51动漫

51动漫 Official Website

Conservation International dan Akuakultur UNAIR Banyuwangi Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa dan Alumni melalui Program SIP

Salah satu potret kegiatan Conservation International dan Akuakultur UNAIR Banyuwangi . (Foto: Ananda Whildan)

UNAIR NEWS Prodi Akuakultur PSDKU 51动漫 di Banyuwangi bekerja sama dengan lembaga Conservation International (CI) adakan Shrimp Improvement Program (SIP) Untuk Mahasiswa dan Alumni Prodi Akuakultur PSDKU pada 6-12 November 2020. Program berkelanjutan bertajuk 淧elatihan Calon Teknisi Budidaya Udang yang Berkelanjutan untuk Mahasiswa dan Alumni ini dilakukan dalam upaya peningkatan SDM lulusan guna mendorong produksi udang berkelanjutan terkhusus di Banyuwangi. 

Dilaksanakan hingga hari Kamis (12/11), agenda kegiatan offline ini meliputi 3 hari pemberian materi di gedung OCL kampus A UNAIR Banyuwangi dan 4 hari praktik lapang di tambak. Tercatat, dihadiri oleh 30 parsitipan dari mahasiswa dan alumni yang telah melewati tahap seleksi. Dalam sambutanya, Arif Habib Fasya selaku ketua pelaksana mengungkapkan bahwa program ini merupakan upaya meningkatkan kompetensi para mahasiswa dan alumni untuk menerapkan Best Practice Aquaculture ketika nanti mereka terjun sebagai teknisi budidaya udang.

淪eperti yang kita ketahui saat ini, Banyuwangi adalah sentra penghasil udang vannamei di Indonesia, untuk mempertahankan hal tersebut tentunya aplikasi budidaya yang berkelanjutan harus dilakukan sehingga kita adakan program ini , tuturnya dalam sambutan.

Dalam program itu, sambungnya, dihadirkan para praktisi udang berkaliber nasional sebagai narasumber untuk memberikan materi berdasar update terbaru mengenai metode, teknologi dan permasalahan seputar budidaya udang.

淧rotokol kesehatan tentunya tetap kita terapkan selain itu kita juga sudah menyediakan sanitasi serta mengadakan kegiatan diruangan terbuka untuk mencegah klaster baru Covid-19, tandasnya.

Dalam pembukaan, program ini juga dihadiri oleh Ateng Supriatna selaku Fisheries and Aquaculture Program Manager CI Indonesia. Ateng mengungkapkan aspek keberlanjutan lingkungan memainkan peranan penting dalam keberhasilan budidaya udang. Pasalnya, jika menengok kembali pada tahun 90-an salah satu penyebab utama runtuhnya budidaya udang windu di Indonesia adalah karena penurunan kualitas lingkungan oleh limbah budidaya.

淏uangan limbah organik sisa budidaya yang tak dikelola dengan baik dalam waktu lama tentu akan merubah stabilitas laut dan menjadi bom waktu bagi praktisi budidaya udang yang memanfaatkan air laut sebagai media, ungkapnya. 

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa CI berkolaborasi dengan UNAIR mengadakan program ini dengan harapan mampu menciptakan calon teknisi udang yang kompeten dan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan sehingga tren produksi udang terkhusus Banyuwangi bisa tetap bagus.

Ketua Program Studi Akuakultur PSDKU UNAIR Banyuwangi Prayogo S.Pi.,MP. yang turut hadir dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa ini merupakan sebuah program yang bagus. Dengan pemateri yang merupakan para praktisi budidaya udang berpengalaman, program ini diharapkan dapat meningkatkan skill aplikatif mahasiswa ketika lulus.

淪esuai arahan dari  Dekan FPK kita, Prof. M Amin Alamsjah,Ir.,Ph.D, yang mendorong mahasiswa tidak hanya cerdas dalam skill keilmuan namun juga kemampuan implementatif, menjadikan program seperti ini penting untuk diikuti mahasiswa guna menambah wawasan terkait perkembangan dan kondisi riil lapangan didunia budidaya saat ini, ujarnya saat diwawancarai tim UNAIR NEWS.

Penulis : Ivan Syahrial Abidin

Editor    : Nuri Hermawan

AKSES CEPAT