CSR direkomendasikan untuk menjadi wahana utama bagi perusahaan pariwisata dan perhotelan di Indonesia agar berjalan secara etis, dimana perusahaan memegang tanggung jawab terhadap lingkungan dan tempat bisnis mereka dijalankan. Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan besar bagi keberlanjutan industri pariwisata dan perhotelan, terutama di negara-negara yang diproyeksikan memiliki pertumbuhan pariwisata yang tinggi seperti ASEAN. Di sisi lain, juga industri pariwisata dan perhotelan turut berkontribusi terhadap masalah sosial dan lingkungan. Dunia tanpa batas mendorong wisatawan untuk bepergian lebih banyak, baik wisata domestik maupun internasional, sehingga dengan demikian dapat meningkatkan emisi yang dihasilkan dari transportasi intensif energi. Oleh karenanya, industry hotel dan pariwisata didorong untuk melakukan CSR sehingga dapat menciptakan keserasian bisnis dan lingkungan serta sosialnya. Pembangunan sistem drainase untuk membatasi polusi yang dihasilkan dari resort atau hotel dapat menjadi salah satu contoh praktik CSR dari industry perhotelan dan pariwisata. Apalagi investasi dalam kegiatan CSR akan dapat meningkatkan brand image, reputasi perusahaan, dan pada gilirannya dapat meningkatkan intensitas dari para pelanggan untuk melakukan booking di hotel. Adanya peningkatkan brand image dan reputasi hotel dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan menciptakan pelanggan yang loyal.
Dalam lingkungan global yang sangat ketat tingkat persaingannya, kegiatan CSR yang dapat berdampak pada peningkatan reputasi perusahaan sangatlah penting. Kepercayaan masyarakat luas dan reputasi perusahaan dapat meningkatkan kualitas jasa service perusahaan dan dapat meningkatkan positioning perusahaan. Selain itu, kegiatan CSR juga dapat meningkatkan moral karyawan. Karyawan yang Bahagia dan bangga dengan perusahaannya dapat meningkatkan produktivitas yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan penjualan dan peningkatan kinerja bisnis perusahaan, baik finansial maupun non finansial. Kinerja finansial yang bagus akan menurunkan risiko yang dihadapi perusahaan, termasuk di dalamnya idiosyncratic risk.
Lingkungan bisnis yang cepat berubah karena globalisasi telah menyebabkan sengitnya persaingan dan tekanan yang tinggi pada industri pariwisata dan perhotelan. Namun, globalisasi juga menjadi kunci bagi perusahaan untuk mendapatkan peluang di pasar global. Persaingan yang ketat membuat perusahaan lebih memperhatikan proses bisnis mereka dan kebutuhan global pemangku kepentingan. Internasionalisasi merupakan upaya memenangkan persaingan global. Tindakan internasionalisasi dalam industri pariwisata dan perhotelan, misalnya, pembukaan cabang baru di negara lain dan memiliki CEO asing. Berdasarkan studi sebelumnya, internasionalisasi terbukti mempengaruhi idiosyncratic risk, terutama yang berasal dari operasi di luar negeri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan secara empiris pengaruh dari corporate social tanggung jawab (CSR) dan internasionalisasi pada idiosyncratic risk dari industri pariwisata dan perhotelan di ASEAN.
Metode generalized method of moment (GMM) model dua langkah dipergunakan untuk memeriksa research framework dari 405 firm-years data dari 81 perusahaan di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura. Periode penelitian adalah dari tahun 2015 hingga 2019.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kegiatan CSR dan strategi internasionalisasi dapat mengurangi idiosyncratic risk. Selain itu, permintaan untuk tanggung jawab sosial di pasar global tidak diragukan lagi lebih tinggi daripada di pasar lokal. Oleh karena itu, pengungkapan CSR yang memadai diperlukan untuk memenuhi kepuasan investor di pasar internasional. Studi ini memberikan kontribusi untuk studi tanggung jawab sosial dengan menyelidiki pengaruh kegiatan CSR pada risiko istimewa di negara-negara ASEAN. Analisis interaksi antara internasionalisasi dan CSR memanfaatkan nilai-nilai penelitian ini.
Key words: corporate social responsibility; CSR; idiosyncratic risk; ASEAN; internationalisation; tourism and hospitality.
Oleh: Noorlailie Soewarno
Selengkapnya artikel penelitian ini dapat dibaca dalam artikel yang berjudul: Corporate social responsibility and internationalisation in mitigating risk, oleh Saarce Elsye Hatane dan Noorlailie Soewarno, dipublikasikan di International Journal of Sustanable Society, 2022.





