51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Cost of Illness pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2

Ilustrasi oleh American Heart Association

Diabetes melitus (DM) terjadi dikarenakan tingginya kadar glukosa darah akibat kurangnya produksi hormon insulin di dalam tubuh. Insulin merupakan hormon penting yang dihasilkan oleh pankreas, berfungsi untuk mengangkut glukosa dari peredaran darah menuju sel tubuh yang nantinya akan diubah menjadi energi. Pada tahun 2017, Indonesia menduduki peringkat ke enam untuk prevalensi penderita DM tertinggi di dunia. Jumlah penderita dengan rentang usia 20-79 tahun adalah 27,7 juta dan pada tahun 2045 diperkirakan akan bertambah menjadi 35,6 juta. Kasus DM tipe 2 merupakan yang paling umum terjadi, terhitung sekitar 90% dari semua kasus DM. Prevalensi penderita DM di Indonesia sebesar 1,5% sedangkan di Jawa Timur mencapai 2,1% dimana data tersebut melebihi prevalensi nasional. Pertambahan usia merupakan pemicu meningkatnya jumlah penderita DM, penurunan mulai terjadi pada usia ≥65 tahun. DM merupakan gangguan metabolik kronis sehingga perlu dilakukan tindakan berupa terapi.

Terapi farmakologis pada penderita DM diberikan apabila terapi non farmakologis belum menghasilkan target gula darah yang ditetapkan. Terapi ini meliputi pemberian obat antidiabetes (OAD), injeksi insulin, dan injeksi antidiabetes yang lain.

Cost of illness (COI)atau biaya terapi merupakan bentuk evaluasi ekonomi yang paling awal di sektor pelayanan kesehatan. Analisis ini menggambarkan penyakit mana yang membutuhkan peningkatan solusi sumber daya untuk pencegahan atau terapi, tetapi mempunyai keterbatasan dalam menjelaskan bagaimana sumber daya dialokasikan, karena tidak dilakukan pengukuran benefit sehinggamemberikan pengaruh pada pengeluaran biaya kesehatan suatu negara, region, komunitas, dan individu yang mengalami suatu penyakit. Biaya obat merupakan cost tertinggi dalam penatalaksanaan dibetes melitus, outcome jangka panjangnya sering terkait dengan penurunan morbiditas dan mortalitas karena merupakan penyakit yang selalu berkembang. Analisis COI bertujuan menilai beban ekonomi suatu penyakit, mengidentifikasi komponen biaya utama dan biaya total untuk membantu pembuat kebijakan dalam membuat atau mengevaluasi, mengidentifikasi manajemen klinik dari suatu penyakit pada tingkat nasional, dan menjelaskan variasi biaya seperti yang dilakukan melalui penelitian.

Di Indonesia diperkirakan DM akan meningkatkan bebanekonomi mencapai lebih dari 1,27milyar USD pada tahun 2020. Biaya terapi total yang dikeluarkan pasien DM tipe 2 di salah satu dengan biaya tertinggi berupa biaya obat yang diikuti biaya jasa pelayanan medis, penunjang medis, dan administrasi, jumlah tersebut belum termasuk biaya transportasi serta biaya tidak terduga lainnya.

Sekelompok mahasiswa Program Studi S1 Fakultas Farmasi 51¶¯Âþ melakukan penelitian cost of illness pada pasien diabetes melitus tipe 2 di beberapa Puskesmas wilayah Surabaya. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan dalam upaya penyelenggaraan kesehatan masyarakat dan perorangan tingkat pertama. Di wilayah Surabaya terdapat 63 Puskesmas dimana pada tahun 2016 sebanyak 51.259 pasien terdata mengalami DM.

Perspektif yang digunakan dalam penelitian ini adalah perspektif masyarakat. Perspektif masyarakat digunakan untuk memahami biaya komprehensif. Sebagian besar penelitian tentang biaya penyakit di Indonesia menggunakan perspektif rumah sakit.  Dalam studi yang menggunakan perspektif fasilitas kesehatan (misalnya rumah sakit) atau perspektif pembayar pihak ketiga, biaya yang dikeluarkan secara pribadi oleh pasien tidak diperhitungkan sehingga menyebabkan hasil total biaya yang berbeda untuk penyakit yang sama.

Mereka mendapatkan hasil bahwa komponen biaya yang terbesar adalah biaya medis langsung. Biaya medis langsung juga ditemukan menjadi komponen terbesar oleh beberapa penelitian lain. Komponen terbesar di biaya medis langsung adalah biaya obat-obatan. Beberapa penelitian lain juga menemukan bahwa biaya medis langsung adalah komponen terbesar.

Biaya pengobatan komplikasi adalah komponen biaya penyakit. Penelitian yang dilakukan berlokasi di Puskesmas. Puskesmas yang merupakan pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama dimana pasien cenderung kondisi stabil jika dibandingkan dengan pasien di fasilitas kesehatan tingkat dua dan tiga sehingga komplikasi tidak ditemukan. Biaya tidak berwujud (intangible), misalnya rasa sakit, penderitaan, kualitas hidup, juga tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

Dibandingkan dengan studi biaya penyakit lainnya di Indonesia, penelitian ini memiliki rata-rata total biaya yang lebih rendah karena tempat penelitian dan jenis pasien. Penelitian ini dilakukan di bagian rawat jalan Puskesmas sedangkan penelitian lainnya umumnya di bagian rawat jalan Rumah Sakit. Studi sebelumnya juga menemukan bahwa pasien rawat inap memiliki 4,2 kali biaya total tahunan rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang tidak dirawat di rumah sakit.

Nama: Dr. Yunita Nita, SSi, MPharm, Apt

Link Artikel Jurnal:

Judul Publikasi: Cost of illness study of type 2 diabetes mellitus in Indonesia

AKSES CEPAT