51动漫

51动漫 Official Website

Cucu Berkebutuhan Khusus Dirawat Lansia, Berikut Tanggapan Dosen UNAIR

UNAIR NEWS – membesarkan anak berkebutuhan khusus memiliki tantangan sendiri. Anak yang memiliki karakteristik spesifik pada  fisik, mental, dan perilaku sosial seperti gangguan komunikasi, kesulitan interaksi sosial, gangguan emosi dan lain-lain memerlukan strategi dan pendekatan khusus dalam penanganannya. 

Saat ini, terjadi perubahan pola peran ibu sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga sehingga anggota keluarga lain dalam keluarga besar seperti nenek akan menjadi figur pengganti orang tua saat mengasuh cucunya. Berbagai pengalaman membuat orang tua lebih nyaman jika pengasuhan cucu dilakukan oleh orang tua mereka (lansia) dibandingkan orang lain, seperti babysitter

Sylvia Dwi Wahyuni , Dosen Fakultas Keperawatan (FKp) 51动漫 menyebut banyak lansia di Indonesia tinggal bersama keluarga mereka. Lansia tinggal bersama keluarganya dalam tiga generasi.

淧engasuhan cucu memiliki dampak positif dan negatif bagi lansia. Pengasuhan cucu pada lansia berdampak positif pada aspek fisik, psikis, sosial, dan lingkungan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa nenek melaporkan gejala depresi yang lebih sedikit dibandingkan wanita tanpa cucu, jelas Sylvia.

Selain itu, tambahnya, lansia yang diwawancarai menerima dengan lapang dada jika diberi tanggung jawab untuk mengasuh cucunya. Namun, tandasnya, tetap terdapat dampak negatif seperti kelelahan dan konflik keluarga.

Hasil penelitiannya menunjukkan keterlibatan lansia dalam mengasuh cucu adalah melalui peran kakek-nenek dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan jasmani cucu. Respondennya beranggapan membesarkan cucu adalah tanggung jawab bersama kakek-nenek dan orang tua. 

淜eluarga memelihara hubungan antar generasi, dimana generasi awal akan selalu meninggalkan pengaruh pada generasi berikutnya. Selain itu, kakek-nenek memiliki perasaan senang selama bersama cucunya, ungkap Sylvia.

Beberapa lansia, tambahnya, memiliki keluhan saat merawat cucunya, namun keluhan tersebut hilang saat lansia melihat cucunya bahagia. Kakek-nenek menganggap tidak ada keluhan yang memberatkan dan semua bisa teratasi karena setiap kali ada keluhan datang, para lansia merasa keluhan terbayar saat melihat cucunya yang lucu dan sehat. 

淪ecara psikologis, lansia merasa bahwa kelelahan fisik dapat dihilangkan dengan berdoa dalam mengatasi penyakit, ungkapnya.

Sylvia menyebut kakek-nenek percaya bahwa cucu adalah segalanya, di luar anak-anak mereka sendiri, berlian, hadiah dan kebanggaan. Selain itu, perasaan senang atas kelahiran cucu dan keputusan untuk merawat cucu berasal dari diri mereka sendiri. 

淪ebagian besar kegiatan yang sering dilakukan bersama cucu adalah bermain. Kegiatan lainnya adalah mengikuti kegiatan kemasyarakatan, mengurus rumah tangga, menonton TV, dan berjualan jajan di depan rumah. Sebagian besar masyarakat berpendapat bahwa mengasuh cucu lebih baik dengan kakek dan nenek daripada dengan pengasuh, pungkasnya.

Penulis : Muhammad Suryadiningrat

Editor : Nuri Hermawan

AKSES CEPAT