Meningkatnya permintaan asing terhadap barang-barang manufaktur lokal telah menjadi komponen utama perekonomian banyak negara. Untuk mencapai hal ini, negara-negara kini lebih berfokus pada peningkatan kandungan teknologi dalam ekspor mereka. Hal ini karena pertumbuhan jangka panjang tidak hanya bergantung pada ekspor suatu negara, tetapi juga pada kandungan teknologi dalam ekspor mereka. Hasil Studi menunjukan bahwa Pendidikan dan pelatihan yang komprehensif diperlukan untuk mempromosikan manufaktur berteknologi tinggi lebih lanjut dan memperluas tujuan ekspor teknologi tinggi. Pemerintah perlu memastikan distribusi pendidikan, pelatihan, dan keterampilan yang berkualitas di semua tingkatan untuk mendorong pertumbuhan sektor manufaktur berteknologi tinggi dan memfasilitasi diversifikasi ekspor. Untuk mencapai hal ini, kualitas dan keterampilan tenaga kerja harus dipertimbangkan
dalam program kebijakan pemerintah. Sebagai indikator berbasis pengetahuan, penggunaan internet tidak mendorong ekspor reaktor dan boiler nuklir, kereta api, trem dan kereta api, pesawat terbang dan pesawat antariksa, serta berbagai barang manufaktur lainnya.
Tinjauan kebijakan TIK terkait penggunaan internet perlu dilakukan untuk meningkatkan penggunaan internet demi ekspor teknologi tinggi yang lebih baik. Negara-negara perlu berfokus pada pengembangan TIK lebih lanjut untuk mendorong lebih banyak inovasi yang kompatibel dengan ekspor teknologi tinggi. Hal ini membutuhkan investasi aktif untuk infrastruktur TIK
yang lebih baik, dan untuk mencapainya, lingkungan yang mendukung investasi terkait TIK perlu diciptakan. Investasi yang dibutuhkan harus selektif dan diarahkan pada sektor teknologi tinggi. Kredit domestik tidak memberikan pertanda baik bagi ekspor teknologi tinggi, sehingga menyoroti perlunya perbaikan sektor keuangan untuk memperluas fasilitas kredit, dengan fokus khusus pada peningkatan ekspor teknologi tinggi. Oleh karena itu, untuk mendorong ekspor teknologi tinggi, produsen dan eksportir teknologi tinggi perlu menawarkan kredit yang andal
dan hemat biaya. Karena pengendalian korupsi, yang seharusnya meningkatkan ekspor teknologi tinggi, justru menunjukkan hal sebaliknya. Pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk mengidentifikasi celah-celah yang terkait dengan prosedur kepabeanan, yang mungkin menghambat upaya untuk meningkatkan ekspor teknologi tinggi.
Meskipun ada upaya untuk meningkatkan ekspor, pemerintah perlu memastikan dan mempertahankan tingkat belanja litbang yang diperlukan untuk inovasi, pengembangan produk baru, dan peningkatan keunggulan komparatifnya. Dampak positif PDB terhadap ekspor teknologi tinggi patut mendapat perhatian besar dari para pembuat kebijakan. Kebijakan pertumbuhan yang menguntungkan sangat dibutuhkan untuk lebih mendorong ekspor teknologi tinggi. Karena nilai tukar berdampak negatif terhadap sebagian besar ekspor teknologi tinggi yang dianalisis, kebijakan pemerintah perlu ditetapkan dengan baik untuk memastikan nilai tukar yang kompetitif dan stabil.
JUdul : The effect of the knowledge economy on the exports of high-technology intensive goods
Penulis : Rossanto Dwi Handoyo , Kabiru Hannafi Ibrahim, Sefhia Margaretha Ayu Pratiwi, Widya Sylviana, Ahmad Jayadi, Gigih Prihandono, Nur Istifadah
Link :
DOI :





