Attention Deficit / Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan neurodevelopmental yang paling sering ditemukan pada anak usia sekolah, sebelum usia 12 tahun, minimal dalam 2 setting tempat berbeda. Prevalensi ADHD secara global sebesar 10,3% pada anak, 10,1% pada remaja, dan 13,5% pada dewasa. Prevalensi berdasarkan gejala klinis predominan inatensi sebesar 46,7%, predominan hiperaktif/ impulsif 33,7%, dan tipe gabungan 20,6% (Al- Wardat et al., 2024; Alegre Bravo & Barahona, 2016). Remaja dengan gejala ADHD memiliki kesulitan mengenali dan mengelola emosi sehingga berperilaku agresif, tidak sabar, serta suka mengganggu teman. Hal ini terkait kurangnya kecerdasan emosional yang merupakan sumber daya penting bagi fungsi psikologis yang sehat dan adaptif pada remaja. Remaja dengan gejala ADHD memiliki kesulitan dalam hal atensi dan konsentrasi, dua hal utama dalam domain kognitif, sehingga cenderung memiliki prestasi yang buruk. Intervensi mindfulness berfokus pada pengaturan atensi, hal yang sangat mengganggu pada kasus ADHD (Gatica et al., 2013; N.H & Setiawati, 2017; Setiawati et al., 2023).
Kasus ADHD umumnya ditangani secara farmakologi dengan obat-obatan. Intervensi farmakologi memiliki resiko ketidakpatuhan karena durasi pengobatan yang cukup lama. Rendahnya tingkat kepatuhan berhubungan dengan efek samping dan stigma terkait penggunaan obat yang menyebabkan ketergantungan. Masalah kesehatan mental seperti gangguan cemas, depresi, obsesif-kompulsif, adiksi gadget, dan penyalahgunaan zat sering berkomorbid dengan ADHD. Remaja dengan gejala ADHD yang tidak ditangani dapat mengalami penurunan prestasi akademik, penurunan harga diri, serta perilaku berisiko seperti bunuh diri. Remaja dengan gejala ADHD juga beresiko mengalami gangguan hubungan interpersonal yang dapat berlanjut hingga dewasa. Keluarga juga dapat mengalami tekanan akibat rasa bersalah, depresi, isolasi sosial, masalah perkawinan dan pekerjaan. Kesulitan ini memengaruhi banyak aspek emosional, hubungan interpersonal, dan kesejahteraan psikologis (Ardiyani et al., 2021; Gray, 2021; Setiawati et al., 2020; Simanjuntak et al., 2024; Stibbe et al., 2020; Dianasari et al., 2024; Putriana et al., 2025).
Intervensi mindfulness adalah salah satu intervensi yang mengatasi banyak kasus termasuk defisit terkait ADHD. Intervensi mindfulness terbukti bermanfaat untuk kasus Bipolar Disorder, nyeri kronis, kanker, perilaku adiktif, anak dengan ADHD, dan remaja dengan gejala ADHD. Penelitian Haydicky (2015) menunjukkan Mindfulness memperbaiki perilaku dan atensi pada anak ADHD. Bigelow (2021) membuktikan Mindfulness meningkatkan kinerja pada fungsi eksekutif remaja dengan gejala ADHD (Bigelow et al., 2021; Giarrizzo et al., 2003; Kaypakl谋 & Tamam, 2019; Laporta & Latorre, 2020; Lee et al., 2022). Hal
ini menguatkan peneliti bahwa pemfokusan kembali perhatian secara berulang seperti dalam praktik mindfulness formal, dan dalam praktik informal sepanjang hari, dapat memengaruhi emosi dan kognitif pada kasus ADHD.
Sepanjang penelusuran yang dilakukan, penelitian yang menguji efektivitas intervensi mindfulness dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan kognitif pada remaja dengan gejala ADHD di Indonesia belum pernah dilakukan. Hal ini mendorong peneliti melakukan penelitian ini dengan panduan modul mindfulness berbahasa Indonesia untuk penanganan remaja dengan gejala ADHD.
Kecerdasan kognitif remaja dengan gejala ADHD sesudah intervensi mindfulness berbeda dengan sebelum intervensi, membaik pada kelompok intervensi, sedangkan pada kelompok kontrol tidak didapatkan perbedaan. Kecerdasan kognitif remaja dengan gejala ADHD yang mendapat intervensi mindfulness membaik dibandingkan yang tidak mendapat intervensi. Intervensi mindfulness dapat digunakan sebagai intervensi non farmakologis bagi remaja dengan gejala ADHD. Pelaksanaan pelatihan mindfulness dapat dipertimbangkan dalam kelompok yang lebih kecil dengan waktu yang lebih singkat untuk lebih mengoptimalkan efektifitas pelatihan mindfulness
Penulis: Dr. Yunias Setiawati, dr.,Sp.K.J(K)
Untuk lebih detail terkait The Impact of Mindfulness Intervention on Cognitive Intelligence in Adolescents with Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) Symptoms dapat diunduh di





