51动漫

51动漫 Official Website

Dampak Kapasitas Lonjakan Rumah Sakit selama Pandemi Influenza 2009

Ilustrasi oleh sumatera.bisnis.com

Pandemi influenza dapat berdampak signifikan pada lalu lintas IGD, menyebabkan peningkatan masalah dalam sistem pelayanan kesehatan. Konsekuensi dari peningkatan permintaan ini tercermin dalam kepadatan ruang gawat darurat, sebuah fenomena yang terkait erat dengan peningkatan tingkat kesalahan medis, peningkatan angka kematian pasien, banyaknya pasien yang pergi tanpa dilayani, dan penurunan kepuasan pasien. Kehadiran pandemi meningkatkan risiko dalam sistem pelayanan kesehatan, menciptakan lingkungan yang kondusif terhadap kesalahan diagnostik dan keterlambatan diagnosis. Selama pandemi, beban berat pada staf pelayanan kesehatan dan sistem pelayanan kesehatan itu sendiri telah diidentifikasi sebagai faktor penyebabnya.

Kapasitas lonjakan, yang didefinisikan sebagai peningkatan sumber daya  tertinggi di luar operasional rutin untuk memenuhi kebutuhan pengobatan sejumlah besar pasien, merupakan konsep penting dalam manajemen pelayanan kesehatan. Peningkatan kapasitas ini bergantung pada integrasi empat komponen penting, yang biasa disebut sebagai empat S: staf (personel yang terlatih), barang (termasuk peralatan, perbekalan, dan obat-obatan), struktur (ketersediaan fasilitas dan ruang yang sesuai), dan sistem (termasuk kebijakan dan prosedur). Beberapa pendekatan strategis untuk meningkatkan kapasitas penambahan tempat tidur rumah sakit telah diusulkan, masing-masing bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya ketika terjadi lonjakan pasien yang tidak terduga. 

Untuk memastikan respons yang tepat waktu dan tepat terhadap peningkatan pasien, kebutuhan selama krisis atau keadaan darurat, penerapan strategi peningkatan kapasitas yang efektif memerlukan perencanaan, koordinasi, dan kemampuan beradaptasi yang cermat dalam sistem pelayanan kesehatan. Tinjauan sebelumnya terutama berfokus pada kegiatan kesiapsiagaan bencana dan keadaan darurat serta hambatan terhadap peningkatan kapasitas rumah sakit. Namun, diskusi dalam tinjauan ini belum membahas aspek penting keselamatan pasien secara mendalam. Selama pandemi influenza atau situasi baru, strategi lonjakan yang digunakan dalam pelayanan kesehatan sekunder dan tersier bervariasi.

Staff/Personnel

Penelitian ini mengungkapkan berbagai strategi yang digunakan rumah sakit untuk mengelola stafnya secara efektif selama pandemi influenza. Pembentukan tim multidisiplin, yang tidak hanya merancang tetapi juga segera menerapkan strategi komprehensif untuk mengatasi lonjakan ini, merupakan langkah awal yang penting. Penambahan personel dilakukan dengan merekrut staf tambahan yang diintegrasikan ke dalam unit screening yang baru didirikan. Untuk meningkatkan efisiensi operasional, staf senior berpengalaman ditempatkan secara strategis di area intake atau triage. Untuk mengatasi masalah kepegawaian, personel dikerahkan dengan memanfaatkan sumber daya staf yang ada atau memanfaatkan staf cadangan, tergantung ketersediaan.

Barang/Stuff

Alat pelindung diri (APD) untuk staf, persediaan farmasi yang memadai, vaksin, dan persediaan linen yang memadai diperlukan dalam menghadapi pandemi.  Pasien dan pendamping, sebagai contoh diberikan gelang berwarna yang menggambarkan bagian tertentu dari IGD untuk memfasilitasi akses dan navigasi yang efisien.

Struktur

Untuk menanggapi lonjakan pasien,  rumah sakit mendirikan unit baru atau mengubah fungsi area yang sudah ada secara khusus untuk skrining, pemeriksaan, atau digunakan sebagai ruang tunggu. Pendekatan baru ini memerlukan optimalisasi ruang yang tersedia, seperti tempat parkir, atau mengkonfigurasi ulang ruang yang ada, seperti area klinik rawat jalan untuk pasien IGD yang tidak mendesak, ruang perawatan untuk pasien rawat inap non-ICU, dan ruang konferensi.

Sistem

Di tengah pandemi apa pun, pembentukan sistem yang terdefinisi dengan baik adalah hal yang sangat penting. Mulai dari pendaftaran pasien hingga pemulangan pasien, dimulai dengan merancang protokol skrining, proses kohort, atau menetukan alur skrining dengan cermat. Praktik universal melibatkan penerapan proses skrining menyeluruh untuk semua pasien yang masuk di pintu masuk UGD, dengan fokus khusus pada pemisahan individu yang mengalami Penyakit Seperti Influenza dari pasien lain.

Dampak dari strategi lonjakan kapasitas terhadap keselamatan pasien

Semua intervensi kapasitas lonjakan termasuk modifikasi staf, sumber daya, struktur, dan sistem meningkatkan keselamatan pasien, kepuasan, aliran, dan waktu tunggu. Kepuasan keluarga dan pasien serta waktu tunggu pasien juga merupakan hasil penting dari lonjakan kapasitas kesehatan. Strategi manajemen kapasitas lonjakan yang meliputi staf, barang, struktur, dan sistem dapat meningkat kepuasan keluarga dalam pengaturan baru. Kolaborasi untuk keselamatan secara keseluruhan juga diperlukan dalam menghadapi pandemi influenza.

Selain itu, tim multidisiplin membantu merancang dan menerapkan strategi manajemen lonjakan dengan cepat. Perluasan unit screening, penempatan strategis staf senior yang berpengalaman, dan pemindahan staf ke mengatasi masalah kepegawaian. Sedangkan efisiensi operasional meningkat dengan mempekerjakan lebih banyak staf dan memprioritaskan pembaruan dan pelatihan yang relevan. Selain itu layanan juru bahasa dan penerjemah juga sangat pentingnya untuk komunikasi yang efektif selama pandemi.

Penulis: Inge DhamantiArtikel asli:

AKSES CEPAT