51动漫

51动漫 Official Website

Dampak Kesadaran Sosial, Deteksi Kasus, dan Kapasitas Rumah Sakit Terhadap Pemberantasan Demam Berdarah

Demam berdarah merupakan penyakit menular yang ditularkan melalui vektor perantara nyamuk yaitu nyamuk Aedes betina. Penyakit ini telah menjadi penyakit musiman di banyak negara tropis, salah satunya Indonesia, dan terus menarik perhatian para pengambil kebijakan setiap tahunnya. Demam berdarah disebabkan oleh salah satu dari serotipe dari lima jenis serotipe virus dengue. Gejala yang ditimbulkan penyakit ini sangat beragam, mulai dari gejala ringan seperti demam dan sakit kepala (dengue fever), gejala berat (dengue hemorrhagic fever)  hingga dengue shock syndrome yang dapat berujung pada kematian. Penyakit ini telah menyebar dengan cepat ke seluruh belahan dunia (terutama negara tropis dan subtropis) melalui urbanisasi, perjalanan internasional dan mengancam sepertiga populasi dunia setiap tahunnya.

Sampai saat ini, belum ditemukan obat khusus yang dapat menyembuhkan pasien yang terjangkit demam berdarah. Perawatan yang diberikan di rumah sakit berfokus pada gejala yang timbul untuk mencegah kondisi pasien semakin parah. Jika gejala yang dialami pasien masih tergolong ringan, maka istirahat yang cukup merupakan tindakan yang disarankan bagi pasien. Namun jika terdapat indikasi denyut nadi rendah, keluaran urin rendah yang meluas hingga peningkatan hematokrit, atau muncul penurunan jumlah trombosit yang signifikan, maka pasien harus segera mencari perawatan intensif di rumah sakit. ketika angka kasus demam berdarah sangat tinggi, pelayanan di rumah sakit berpotensi sulit berfungsi secara maksimal karena terbatasnya fasilitas yang ada di rumah sakit.

Data Kementerian Kesehatan tahun 2021 menunjukkan 73.518 kasus DBD di Indonesia. Jumlah ini turun 32,12% dari jumlah tahun sebelumnya sebanyak 108.393. Hingga minggu ke-22 tahun 2022, Kementerian Kesehatan RI mencatat peningkatan jumlah kasus setiap tahunnya menjadi 45.387 kasus. Peningkatan ini terutama terjadi pada musim hujan dengan jumlah korban meninggal sebanyak 432 orang. Berdasarkan data Direktorat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM), sejak Januari 2022 hingga minggu ke-36 tahun 2022, total kasus terkonfirmasi sebanyak 87.501 kasus dengan kematian sebanyak 816 orang. Jumlah kasus tertinggi ditemukan pada kelompok usia 14-44 tahun (terhitung 38,96% kasus), diikuti oleh kelompok usia 5-14 tahun (35,61% kasus). Meskipun demam berdarah merupakan penyakit tahunan, jumlah kasus sering kali mulai meningkat pada bulan Januari, sebelum mencapai puncaknya pada bulan Maret hingga April. Angka kejadian tertinggi di Indonesia terdapat di 10 provinsi: Bali, Kalimantan Utara, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Yogyakarta. Jakarta merupakan ibu kota negara Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari sepuluh juta jiwa dan 14,09% diantaranya memiliki aktivitas mobilitas tinggi sehari-hari. Hal ini menjadi penyebab tingginya angka kasus DBD di Jakarta dibandingkan daerah lain, dan mudahnya penyakit DBD menyebar secara geografis di Jakarta.

Pemodelan matematika memiliki peran penting dalam memahami banyak masalah nyata, termasuk dinamika penyebaran suatu penyakit menular. Penulis dan tim peneliti mengkaji dampak media kampanye dan deteksi kasus dalam mengendalikan penyebaran demam berdarah di kota Jakarta melalui suatu model matematika dengan memperhatikan adanya kesadaran social, deteksi kasus dan kapasitas rumah sakit. Pada model matematika tersebut, tim peneliti mengasumsikan bahwa tingkat pemulihan merupakan fungsi yang menurun terhadap jumlah individu yang dirawat di rumah sakit. Model matematika yang dibahas berbentuk sistem persamaan diferensial biasa berbentuk model matematika host-vector. Model matematika untuk populasi host mendeskripsikan dinamika populasi sehat dan rentan terinfeksi demam berdarah (susceptible), populasi sehat dan mempunyai kesadaran terhadap demam berdarah (aware), populasi yang terpapar demam berdarah (exposed), populasi yang terinfeksi demam berdarah, populasi yang menjalani perawatan di rumah sakit, dan populasi yang sembuh dari demam berdarah.  Model matematika untuk populasi vector  mendeskripsikan dinamika populasi nyamuk yang tidak terinfeksi dan populasi nyamuk yang terinfeksi demam berdarah. Data insidensi demam berdarah di Jakarta selama tahun 2020 digunakan untuk memperkirakan parameter model yang paling sesuai. Hasil analisis model menunjukkan bahwa keseimbangan bebas penyakit bersifat stabil secara asimtotik lokal ketika bilangan reproduksi dasar kurang dari satu. Analisis elastisitas menunjukkan bahwa intervensi kampanye media jauh lebih sensitif dibandingkan deteksi kasus dalam menekan angka reproduksi dasar. Selain itu, deteksi kasus yang lebih besar tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik dalam menurunkan angka reproduksi dasar karena kualitas perawatan di rumah sakit. Analisis sensitivitas sistem dinamis (lokal dan global) menunjukkan bahwa tingkat infeksi merupakan parameter paling signifikan bagi individu yang terinfeksi dan dirawat di rumah sakit.

Penulis: Windarto
Fakultas Sains dan Teknologi, 51动漫

Artikel lengkap (open access) dapat diakses melalui laman

AKSES CEPAT