51动漫

51动漫 Official Website

Dampak Kesehatan dari Kontaminasi Kromium di Tanah

Kontaminasi logam berat di lingkungan kita adalah salah satu masalah lingkungan saat ini karena potensinya yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia dan organisme hidup, serta degradasi ekologi. Logam berat ini dapat menjadi racun dan/atau bahan karsinogenik karena dapat terakumulasi dalam tubuh organisme hidup.

Salah satu logam berat yang berpotensi untuk menimbulkan masalah di lingkungan dan kesehatan adalah kromium (Cr). Kromium merupakan salah satu elemen yang banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan dan produk. Di lingkungan terdapat dua bentuk umum kromium yaitu trivalent chromium (Cr3+) dan hexavalent chromium (Cr6+), di antara dua bentuk kromium tersebut hexavalent chromium menjadi bentuk kromium yang paling berbahaya. United States Agency for Toxic Substances and Disease Registry (US ATSDR) mengklasifikasikan kromium sebagai salah satu elemen yang paling berbahaya.

Dahulu kala, beberapa peneliti masih mengusulkan Cr (III) biasa digunakan sebagai nutrisi penting untuk diet dengan dosis rendah. Pernyataan ini didasarkan pada (1) penelitian yang berkaitan dengan paparan kromium konsentrasi rendah dalam makanan tikus, (2) penelitian dengan diet nutrisi total yang diberikan pada subjek, (3) penelitian yang berkaitan dengan penyerapan kromium, namun bukti-bukti tersebut masih bermasalah.

Diketahui bahwa suplementasi kromium memiliki beberapa manfaat diantaranya meningkatkan aktivitas insulin, menurunkan inflamasi dan stress oksidatif, menurunkan berat badan, dan meningkatkan lemak darah. Namun, penelitian yang terbaru menemukan bahwa kromium hanya dapat diklasifikasikan sebagai zat farmakologi dan bukan elemen penting untuk makhluk hidup.

Hal tersebut didukung oleh pernyataan the European Food Safety Authority (EFSA) dimana mereka menyatakan bahwa tidak ada bukti keuntungan dari konsumsi kromium pada orang sehat. Selain itu, paparan kromium dalam konsentrasi yang tinggi dalam waktu yang lama dapat menimbulkan beberapa dampak seperti efek genotoksik dan sitotoksik yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan pada sistem imun.

Paparan kromium dapat menurunkan absorpsi Zn dan Fe pada saluran pencernaan sehingga menyebabkan anemia. Pada sistem terrestrial, kromium merupakan salah satu elemen yang paling banyak ditemukan di kerak bumi dengan rata-rata konsentrasinya adalah 125 mg/kg. Cr dapat mengontaminasi berbagai media lingkungan seperti air, tanah, dan udara. Tanah merupakan salah satu media lingkungan yang dapat menjadi source dan sink dari kontaminan anorganik salah satunya kromium.

Akumulasi kromium pada tanah dapat mempengaruhi biota di tanah dan manusia. Pengaruh dari akumulasi Cr di tanah dapat bertambah luas dengan adanya potensi bahwa Cr akan terakumulasi pada rantai makanan. Dari penelitian diketahui bahwa sumber utama pajanan bahan kimia anorganik seperti logam berat bersumber dari buah dan sayur yang terkontaminasi dari media lingkungannya dengan kontribusi sebesar 90%. Oleh sebab itu, paparan Cr pada manusia melalui jalur ingesti menjadi penting untuk mengidentifikasi risiko kesehatan di masa depan.

Sebagai salah satu unsur yang memiliki tingkat toksisitas tinggi, terdapat korelasi yang kuat antara paparan Cr dengan penyakit kronis yang terjadi pada manusia. Beberapa dampak yang ditimbulkan dari paparan Cr diantaranya dermatitis, eksim, psoriasis, masalah neuropsikologis, gangguan ginjal, kanker paru, penurunan kecerdasan dan gangguan pertumbuhan pada anak.

Penulis: Dr. Ratna Dwi Puji Astuti., S.K.M

Sumber:

AKSES CEPAT