Penggunaan obat anti kanker untuk membunuh sel kanker dikenal sebagai kemoterapi. Pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi seringkali kehilangan banyak dana. Alokasi dana ini digunakan untuk berbagai keperluan, baik untuk pribadi maupun keluarga. Pasien harus mengorbankan banyak faktor individu untuk dapat menjalani kemoterapi, seperti mengubah gaya hidup mereka, mengurangi pengeluaran mereka untuk barang dan jasa lainnya, menggunakan tabungan atau kredit untuk membayar obat mereka, meminjam uang, bahkan rela menjual aset mereka. Tidak hanya pasien yang akan mendapatkan dampak dari penyakit kanker namun juga pemerintah, oleh karena pemerintah memiliki kewajiban untuk menjamin kesehatan Biaya pengobatan yang bervariasi dan terapi jangka waktu yang sangat lama adalah masalah utama bagi pasien kanker dan pemerintah.
Berdasarkan data tersebut, biaya penyakit pasien kanker payudara yang menerima kemoterapi berkisar antara 1,860,248.65 dan 13,299,483.43. Biaya obat ini mencakup kurang lebih 95% total biaya yang perlu dialokasikan untuk pasien kanker payudara. Selain itu pemberian tiga obat siklofosfamid, trastuzumab dan dosetaksel adalah yang paling mahal. Pemberian obat kemoterapi dengan target sel yang lebih spesifik akan membawa dampak biaya pengobatan yang sangat besar. Manfaat pemberian obat ini sangat banyak dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Dari hasil studi yang dilakukan oleh penulis, lebih dari 10% mahasiswa mendapatkan obat ini.
Penulis: Dinda Monika Nusantara Ratri, S.Farm., Apt., M.Farm.Klin.
Link:





