Dalam kehidupan sehari-hari, aplikasi digital hadir untuk membantu berbagai aktivitas kita, mulai dari layanan kesehatan, belanja, hingga transportasi. Namun sebelum aplikasi dibuat, ada satu pertanyaan besar yang selalu muncul: apa yang sebenarnya dibutuhkan pengguna?
Selama ini, pengembang aplikasi menjawabnya lewat survei, wawancara, atau observasi langsung. Metode tersebut memang akurat, tetapi memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Penelitian terbaru menunjukkan cara lain yang lebih cepat dan menarik: menggunakan berita online untuk memetakan kebutuhan masyarakat.
Gagasan ini muncul dari kesadaran bahwa berita bukan sekadar laporan peristiwa, melainkan cermin dari masalah, keresahan, dan harapan publik. Ketika media memberitakan antrean panjang di rumah sakit, keluhan mengenai kebocoran data, atau kesulitan masyarakat mengakses layanan digital, sesungguhnya berita itu menyimpan petunjuk tentang apa yang diinginkan pengguna dari sebuah layanan atau aplikasi.
Penelitian ini memanfaatkan teknologi pemrosesan bahasa alami untuk membaca ribuan berita dan mengekstraksi pola kebutuhan tersebut. Dari hasil analisis, informasi yang tersebar dalam berbagai laporan media kemudian diolah menjadi gambaran karakter pengguna yang disebut persona. Dalam dunia pengembangan aplikasi, persona adalah tokoh fiktif yang mewakili sekelompok pengguna. Ia menggambarkan kebutuhan, harapan, dan tantangan yang dialami pengguna dalam situasi nyata.
Dengan pendekatan ini, persona tidak lagi harus disusun secara manual berdasarkan wawancara terbatas, tetapi dapat dibentuk secara otomatis dari isu-isu yang muncul di media. Misalnya, dari berbagai berita tentang layanan kesehatan ditemukan pola keinginan masyarakat terhadap layanan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses. Dari pemberitaan tentang keamanan siber terlihat kekhawatiran pengguna terhadap penyalahgunaan data pribadi. Informasi seperti ini kemudian diwujudkan ke dalam persona yang lebih konkret, seperti gambaran seorang ibu yang butuh layanan kesehatan terjadwal agar tidak antre terlalu lama, atau seorang pekerja kantoran yang berharap keamanan aplikasi ditingkatkan agar data pribadinya tetap aman.
Cara ini penting karena mampu memberikan sudut pandang baru bagi pengembang aplikasi. Berita online yang selalu diperbarui menghadirkan gambaran nyata tentang apa yang sedang dibutuhkan masyarakat. Dengan memproses ribuan berita, kebutuhan pengguna dapat diidentifikasi dengan cepat tanpa harus melakukan survei besar. Pendekatan ini tidak menggantikan metode tradisional, tetapi melengkapinya dengan data yang lebih luas, dinamis, dan langsung terhubung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Pada akhirnya, penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi dapat membantu kita mendengar kebutuhan publik dengan lebih baik. Di tengah banjir informasi, tantangan bukan lagi kurangnya data, tetapi bagaimana mengolahnya menjadi pemahaman yang bermanfaat. Dengan membaca sinyal-sinyal kebutuhan yang muncul dalam berita online, pengembang dapat menciptakan aplikasi yang benar-benar relevan, responsif, dan selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat. Aplikasi yang baik bukan hanya yang canggih, tetapi yang mampu menjawab persoalan yang dihadapi manusia setiap hari.
Artikel berikut adalah versi ringkasan populer dari paper jurnal ilmiah yang berjudul 淕enerating User Personas for Eliciting Requirements Using Online News Data, diterbitkan di Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence (JISEBI). Artikel asli bisa diakses melalui link berikut:
Penulis: Dr. Indra Kharisma Raharjana, S.Kom., M.T.





