51动漫

51动漫 Official Website

Tabrakan Argo Bromo dan KRL Picu Trauma, Dosen Psikologi UNAIR Jelaskan Dampaknya

Proses evakuasi korban tabrakan KRL Commuter Line Lintas Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) (Foto: ANTARA FOTO)

UNAIR NEWS Peristiwa tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo dan KRL Lintas Cikarang di Stasiun Bekasi Timur belum lama ini menjadi sorotan. Insiden tersebut tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga berpotensi memunculkan tekanan psikologis bagi penumpang yang mengalami langsung kejadian tersebut.

Menanggapi peristiwa tersebut, Dosen Psikologi Fakultas Psikologi () 51动漫 (UNAIR), Atika Dian Ariana MSc MPsi Psikolog menjelaskan bahwa kecelakaan merupakan situasi krisis yang dapat memicu respons emosional dan stres pada individu. Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut muncul sebagai reaksi alami ketika seseorang menghadapi situasi berbahaya yang terjadi secara tiba-tiba.

Respons Awal dan Risiko Trauma

淩espons tersebut juga dapat muncul dalam bentuk fisik. Seperti gemetar, jantung berdebar, keringat dingin, hingga sesak napas sebagai bagian dari respons stres, jelasnya.

Dosen Psikologi Fakultas Psikologi (FPsi) 51动漫 (UNAIR), Atika Dian Ariana MSc MPsi Psikolog (Foto: Istimewa)

Selain itu, Atika menekankan bahwa setiap individu memiliki kemampuan untuk bangkit dari situasi krisis. Namun, tingkat keparahan peristiwa dan kondisi psikologis masing-masing individu memengaruhi proses pemulihan. Jika seseorang memaknai kejadian sebagai pengalaman yang melampaui batas ketahanan dirinya, risiko trauma jangka panjang seperti post-traumatic stress disorder (PTSD) dapat meningkat.

Menurutnya, beberapa faktor dapat memperbesar risiko tersebut. Seperti pengalaman traumatis sebelumnya, riwayat gangguan mental, serta minimnya dukungan sosial. 淭ekanan kehidupan lain, seperti masalah finansial atau akademik, juga dapat memperlambat proses pemulihan korban, katanya.

Atika menjelaskan bahwa terdapat sejumlah tanda awal yang perlu diwaspadai sebagai indikasi seseorang membutuhkan bantuan profesional. Gejala tersebut antara lain ingatan traumatis yang terus muncul, mimpi buruk, kewaspadaan berlebihan, serta kecenderungan menghindari hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Ia menekankan bahwa jika gejala tersebut muncul secara berulang dalam kurun waktu enam bulan, individu perlu segera mencari bantuan profesional agar kondisi tidak semakin memburuk.

Selain itu, Atika juga menilai bahwa pemerintah  memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan psikologis korban. Pemerintah dan pihak terkait patut menyediakan layanan pendampingan psikologis secara sistematis bagi para korban kecelakaan.

淧emerintah perlu hadir dalam memberikan dukungan psikologis yang terstruktur. Antara lain melalui penyediaan layanan pendampingan psikologis, investigasi cepat, kepastian hukum bagi keluarga korban, serta perlindungan hak kerja selama proses pemulihan, pungkasnya.

Penulis: Maia Chaerunnisa

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT