UNAIR NEWS “ Rektor 51¶¯Âþ (UNAIR) Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, resmi melantik jajaran pimpinan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) untuk masa bakti 2026 pada Selasa (28/4/2026) di Hall lantai 1 Gedung Manajemen UNAIR Kampus MERR-C. Pelantikan yang berlangsung khidmat ini mengukuhkan para ketua dan sekretaris dari berbagai elemen organisasi, mulai dari Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM), Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga 47 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Estafet Kepemimpinan dan Apresiasi Pengurus Demisioner
Acara bermula dengan pembacaan naskah pelantikan dan penandatanganan berita acara serah terima jabatan. Dalam arahannya, Rektor menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus masa bakti sebelumnya atas dedikasi mereka menjaga dinamika kampus yang aktif dan inspiratif. Ia berharap para pimpinan baru dapat melanjutkan prestasi yang telah terukir.
“Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan awal dari sebuah amanat dan tanggung jawab,” tegas Prof Madyan di hadapan para pengurus baru.

Prof Madyan menegaskan bahwa apa yang telah tercapai pada kepengurusan sebelumnya adalah fondasi kokoh bagi pengurus baru untuk melompat lebih tinggi. Beliau mengingatkan bahwa keberlanjutan sebuah organisasi sangat bergantung pada bagaimana pengurus baru. Bagaimana pengurus baru mampu menyerap pelajaran dari masa lalu sembari beradaptasi dengan tantangan masa depan.
Organisasi Mahasiswa sebagai Landasan Soft Skill
Rektor menekankan bahwa organisasi mahasiswa adalah wadah pembelajaran nyata yang tidak bisa tergantikan oleh bangku perkuliahan formal. Melalui ORMAWA, mahasiswa nantinya akan mampu mengasah kemampuan komunikasi, negosiasi, dan kepemimpinan. Ketiga hal tersebut yang akan menjadi bekal utama saat terjun ke masyarakat dan menjadi pemimpin masa depan Indonesia.
“Kemampuan soft skill itu dinanti pada saat kita berorganisasi. Bagaimana kita bisa menangkap orang, kemampuan kita untuk berkomunikasi itu semua kita dapatkan di luar kegiatan akademik,” jelasnya.
Sinergi Mewujudkan Kampus yang Aman dan Berdaya Saing Global
Selain pengembangan diri, pengurus ORMAWA didorong untuk menciptakan ekosistem kampus yang aman dan inklusif. Hal tersebut terealisasi dalam pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. Rektor juga memotivasi para untuk terus membawa universitas bersaing di level internasional, mengingat posisi UNAIR yang kini semakin mendapat atensi kancah global.
“Kita selalu buktikan bahwa 51¶¯Âþ itu juga mampu bersaing dengan UGM, mampu bersaing dengan ITB. Kita juga mampu bersaing dengan pendidikan kelas dunia,” pungkas Prof Madyan dengan penuh optimisme.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Ragil Kukuh Imanto





