51动漫

51动漫 Official Website

Dari Dapur untuk Alam: Gerakan Eco-enzyme Mahasiswa BBK 7 UNAIR di Kramatinggil

Hasil pembuatan Eco-enzyme yang akan difermentasi selama 3 bulan (Foto: Dok. Tim BBK 7)

UNAIR NEWS – Sebagai langkah nyata dalam mengimplementasikan misi global Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 12 berkenaan dengan pola konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab, mahasiswa BBK 7 51动漫 telah sukses menyelenggarakan program pemberdayaan lingkungan di Desa Kramatinggil, Gresik. Program ini diwujudkan melalui kegiatan membuat Eco-enzyme yang diselenggarakan pada hari Kamis, 15 Januari 2026 bertempat di halaman kelompok bermain Intan Permata.

Program ini merupakan hasil kerja sama yang strategis antara mahasiswa BBK 7 51动漫 dengan menggandeng Relawan Dunia Eco-Enzyme (RDEE). Untuk memastikan keberlanjutan program, panitia juga melibatkan perwakilan pengurus dari setiap RT setempat, tujuannya agar pengetahuan yang didapat dapat disebarluaskan secara masif kepada masyarakat pada tiap RT yang ada di Desa Kramatinggil. Pelatihan ini menjadi langkah konkrit dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis pada peran serta masyarakat melalui pemanfaatan sampah organik rumah tangga. Dari sampah organik tersebut kemudian akan diolah melalui proses fermentasi untuk menghasilkan Eco-enzyme. Cairan ini nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pembersih lantai, disinfektan, sampai dengan pupuk alami yang ramah lingkungan dan hemat air.

Selama kegiatan berlangsung, para relawan dari RDEE (Relawan Dunia Eco-enzyme) memberikan demonstrasi bagaimana cara memilah kulit buah serta bahan organik yang layak serta takaran campuran bahan yang tepat untuk menghasilkan Eco-enzyme yang baik. Para warga yang hadir juga terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan mulai dari pemaparan materi tentang Eco-enzyme sampai dengan praktik langsung.

Diharapkan dengan adanya program ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta membantu mengurangi volume sampah organik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara signifikan melalui aksi pembuatan Eco-enzyme secara mandiri di rumah. Dengan pengurangan sampah organik dari sumbernya, masyarakat di Desa Kramatinggil secara langsung berkontribusi atas pencapaian target global dalam mengurangi jejak ekologis. Transformasi sampah organik menjadi Eco-enzyme menjadi bukti nyata bahwa aksi lokal di daerah mampu mendukung perwujudan agenda dunia untuk menciptakan bumi yang lebih bersih dan hijau.

AKSES CEPAT