51动漫

51动漫 Official Website

DARI KEBUN KE MEJA: INTEGRASI PETANI JERUK DAN BUAH NAGA DENGAN UMKM DALAM PENGEMBANGAN SENTRA KULINER DESA

Sosialisasi Inovasi Produk Unggulan Desa bersama Petani dan UMKM di Balai Desa Kebondalem, Banyuwangi
Sosialisasi Inovasi Produk Unggulan Desa bersama Petani dan UMKM di Balai Desa Kebondalem, Banyuwangi

UNAIR NEWS – Pertanian jeruk dan buah naga di Desa Kebondalem selama ini belum sepenuhnya memberi dampak ekonomi yang bisa mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Sebagian besar petani masih menjual hasil panennya secara bahan mentah, sementara pelaku UMKM desa belum banyak memanfaatkan komoditas lokal sebagai bahan baku utama produk olahan. Kondisi ini membuat kami melihat bahwasanya nilai tambah hasil pertanian belum begitu optimal dan peluang pengembangan usaha desa dibilang masih terbatas. Kami selaku Tim BBK-7 51动漫 Desa Kebondalem melihat akan permasalahan yang dialami oleh warga desa, akhirnya kami merancang sebuah program kerja perancangan bisnis dengan mengintegrasikan petani jeruk dan buah naga bersama pelaku UMKM. Program ini kami ciptakan dengan tujuan membangun sentra kuliner desa berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat kolaborasi antar pelaku ekonomi desa.

Narasumber Memberikan Penyuluhan Terkait Pentingnya Integrasi Petani dan UMKM untuk Menciptakan Produk Unggulan

Kegiatan ini kami laksanakan di Balai Desa Kebondalem pada Sabtu (17/1/2026) dan Sabtu (24/1/2026) yang melibatkan petani, pelaku UMKM, ibu-ibu PKK, serta dukungan dari Dinas Koperasi dan UMKM. Kami menilai bahwa kolaborasi antar sektor ini menjadi langkah penting untuk menciptakan sebuah sistem usaha desa yang berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, kami terlebih dahulu memberikan penyuluhan kepada petani jeruk dan buah naga dengan mengundang seorang narasumber yakni Ibu Meliantina, . yang merupakan dosen sekaligus praktisi pada dunia usaha. Penyuluhan yang diberikan berupa tentang manfaat integrasi petani dan juga umkm untuk menciptakan produk unggulan serta materi terkait digital marketing. Kami juga menyampaikan pentingnya penanganan hasil panen yang tepat agar kualitas bahan baku tetap terjaga sebelum masuk ke tahap pengolahan. Menurut kami kualitas bahan baku menjadi faktor utama dalam menentukan mutu produk olahan UMKM untuk desa kebondalem.

Setelah itu, kami melakukan penelitian dan mempresentasikan hasil pengembangan produk dengan menggunakan jeruk dan buah naga. Penelitian ini menyoroti produksi produk olahan yang memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk segar. Kami berharap desa ini akan memiliki kesempatan untuk berinovasi dalam membuat produk olahan dari hasil pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Kebondalem. Selain pengembangan produk, kami juga memberikan pelatihan digital marketing, branding produk, serta pentingnya legalitas usaha. Pada sesi ini, UMKM, kelompok tani, dan anggota SBMI mendapatkan informasi mengenai cara melakukan branding produk, menggunakan media sosial dan e-commerce sebagai alat promosi, dan meningkatkan pangsa pasar, serta strategi untuk membuat konten yang menarik.

Selain itu, kami menekankan pentingnya kepatuhan karyawan UMKM terhadap hukum bisnis. Oleh karena itu, kami memberikan informasi tentang pentingnya legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB). Kami menekankan bahwa legalitas tidak hanya berfungsi untuk menegakkan hukum, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. Sebagai langkah selanjutnya, kami melakukan pendampingan terkait pemasaran melalui media digital untuk menciptakan produk unggulan desa dengan memanfaatkan potensi lokal. Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk menghubungkan UMKM sebagai pemasok produk dalam satu sistem yang terintegrasi dengan Petani, serta membantu dalam proses pemasaran agar lebih terdigitalisasi dan mengikuti perkembangan zaman. Tim KKN BBK Desa Kebondalem berharap, hal ini dapat menjadi wadah kolaborasi jangka panjang antara petani dan UMKM untuk menciptakan produk unggulan, sehingga meskipun dengan keterbatasan anggaran, kami dapat memaksimalkan jumlah sumber daya yang tersedia untuk memastikan bahwa kegiatan tetap dilakukan secara efektif.

Melalui program ini, kami BBK 7 51动漫 Desa Kebondalem berhasil mendorong terbentuknya sentra UMKM yang bermitra langsung dengan petani dan SBMI. Integrasi ini mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperkuat perekonomian desa. Kami berharap model pengembangan sentra kuliner berbasis potensi lokal ini dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi desa lain dengan karakteristik serupa.

Penulis : BK7Kebondalem Bangorejo

AKSES CEPAT