UNAIR NEWS – Pada tanggal Selasa, 13 Januari, mahasiswa BBK 7 51动漫 (UNAIR) melaksanakan program kerja pengabdian masyarakat yang bertempat di Posyandu Dusun Sengon, Desa Kebontunggul, Mojokerto. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat serta kepedulian terhadap lingkungan melalui rangkaian kegiatan posyandu, penyuluhan kesehatan, dan workshop ramah lingkungan.
Kegiatan diawali dengan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan Posyandu yang rutin dilaksanakan di Dusun Sengon. Mahasiswa turut membantu proses pelayanan kesehatan, mulai dari pendataan balita dan lansia, pengukuran berat badan dan tinggi badan, hingga pendampingan masyarakat selama kegiatan berlangsung. Keterlibatan langsung ini menjadi bentuk dukungan mahasiswa terhadap upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta lansia di tingkat desa.
Saat kegiatan posyandu, mahasiswa BBK 7 UNAIR juga memberikan penyuluhan kesehatan mengenai penyakit Superflu dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Pemilihan topik ini didasarkan pada kondisi saat ini, di mana kedua penyakit tersebut sedang marak terjadi dan berpotensi menimbulkan peningkatan kasus di masyarakat. Penyuluhan disampaikan secara komunikatif dan mudah dipahami, mencakup pengertian penyakit, gejala yang perlu diwaspadai, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat terlihat antusias dan aktif bertanya, terutama terkait upaya pencegahan DBD di lingkungan rumah dan penanganan penyakit Superflu secara mandiri.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan workshop pembuatan eco enzyme. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah organik dan pelestarian lingkungan. Mahasiswa menjelaskan manfaat eco enzyme, bahan-bahan yang dibutuhkan, serta langkah-langkah pembuatannya, dengan pemberian hasil eco enzyme kepada masyarakat di akhir sesi.. Diharapkan, masyarakat dapat memanfaatkan limbah dapur menjadi produk yang berguna, seperti pembersih alami dan pupuk cair.
Salah satu kader posyandu Dusun Sengon menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu masyarakat. 淢aterinya dekat dengan kehidupan sehari-hari dan bisa langsung dipraktikkan, ujarnya.
Melalui kegiatan terpadu ini, mahasiswa BBK UNAIR berharap dapat mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih sehat, peduli lingkungan, dan berdaya, sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang dimulai dari desa.
Penulis: BBK 7





