UNAIR NEWS Berbagai hal dilakukan oleh sekolah dalam memotivasi siswa-siswinya bisa diterima masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN). SMA Islam Bunga Bangsa, Samarinda, melakukan kunjungan ke 51动漫. Kunjungan tersebut dimaksudkan agar siswanya termotivasi untuk kuliah di luar wilayah Kalimantan. Selain itu, kinjungan ini untuk mengenalkan dunia kampus kepada siswa, serta mengetahui secara langsung proses registrasi dan pendaftaran.
Diakui oleh Darmawansah, S.Pd., Humas SMA Islam Bunga Bangsa Samarinda, kendala paling utama siswa untuk kuliah di Jawa adalah ijin orang tua. SMA Islam Bunga Bangsa memang baru meluluskan satu angkatan pada tahun 2016 ini. Sebagian besar dari mereka memilih Kalimantan sebagai tempat untuk melanjutkan studi jenjang perguruan tinggi.
漁rang tua lebih suka anaknya tetap stay di Kalimantan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, anak-anak lebih paham bahwa pilihan terbaik ya pendidikan di Jawa. Setelah mereka kenal lebih dekat dengan kunjungan seperti ini, mereka bisa meyakinkan orang tua untuk bisa melanjutkan luliah disini, ujarnya.
Darmawansyah berharap, tahun depan ada siswa-siswinya yang melanjutkan studi di UNAIR. Sebab baginya, tanpa bermaksud memandang rendah pendidikan di Kalimantan, dengan melanjutkan pendidikan di Jawa maka akan membuat peserta didik berkembang lebih bagus.
淜esempatan besar itu terbuka lebar kalau kuliah di Jawa. Kesempatan mereka untuk bisa berkembang lebih bagus, kesempatan berinteraksi dengan orang yang lebih banyak. Hasil akhirnya, kesempatan kerja juga lebih terbuka untuk mereka karena jaringan mereka luas, ujarnya.
Selain kunjungan SMA Islam Bunga Bangsa, Selasa kemarin juga dilakukan oleh siswa-siswi SMAN 2 Krakatau Steel, Cilegon. Sejumlah 90 siswa, memadati ruangan serupa di Aula Kahuripan 300, Kantor Manajemen, Kampus C UNAIR, Selasa (13/12). Kunjungan kedua sekolah tersebut diterima oleh PIH UNAIR dan staf Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR Dr. Tristiana Erawati, M.Si., Apt.
Ahmad Farih Wibowo, S.Pd, pembimbing kunjungan ini mengatakan, selama ini siswa didiknya hanya mengenal UNAIR melalui internet. Dengan kunjungan ini, diharapkan mereka semakin termotivasi untuk melanjutkan studi di UNAIR. Apalagi dengan adanya UNAIR Pendidikan Diluar Domisili (PDD) Banyuwangi, ia berharap bisa menjadi alternatif siswa didiknya yang ingin melanjutkan studi di UNAIR.
漇ekarang mereka sudah tahu bahwa UNAIR memiliki kampus PDD Banyuwangi. Siapa tahu bisa menjadi bagian dari pilihan anak-anak. Sebab seperti yang sudah dijelaskan tadi, kesempatan untuk bisa diterima di PDD Banyuwangi lebih besar, ujarnya. (*)
Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor: Bambang Bes





