51动漫

51动漫 Official Website

Delegasi FTMM Ikuti ANSCSE28 dan Konferensi di Universitas Thammasat

Delegasi FTMM mengikuti Opening Ceremony ANSCE28 di Universitas Thammasat, Bangkok, Thailand (Foto: Dok. Pribadi)
Delegasi FTMM mengikuti Opening Ceremony ANSCE28 di Universitas Thammasat, Bangkok, Thailand (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS Delegasi menghadiri ANSCSE28 dan konferensi di Universitas Thammasat, Bangkok, Thailand. Konferensi ini terselenggara pada Selasa (29/7/2025). Hal ini bertujuan untuk membahas secara lebih mendalam hubungan kecerdasan buatan (AI), kimia, dan mekanika kuantum. Kehadiran dosen perwakilan FTMM, Fadjar Mulya PhD dan Muhammad Syahril PhD turut serta membahas terkait penerapan dan aplikasi ilmu multidisiplin.

Salah satu hal penting dalam kegiatan konferensi ini adalah kecerdasan buatan (AI) dapat memproses informasi, terutama di bidang ilmiah. Peran AI dalam meningkatkan kemampuan ilmiah menunjukkan perlunya kebijakan dan pengetahuan yang cukup pada penggunaan teknologi ke dalam praktik penelitian. Pelaksanaan konferensi di Chulalongkorn University memberikan pandangan baru mengenai hubungan penting antara kecerdasan buatan, kimia, dan mekanika kuantum.

Selanjutnya, pada Rabu (30/7/2025) delegasi FTMM menghadiri pembukaan serta rangkaian acara ANSCSE 28th yang berlokasi di Thammasat University. Mereka membahas mengenai computation dan fokus terhadap bidang Fisika, Kimia, Matematika serta Biologi. Selain itu, ada beberapa speaker yang memiliki fokus penelitian seperti Fluid Dynamics dan High performance Computing.

Delegasi FTMM saat menghadiri kegiatan di Thammasat University (Foto: Dok. Pribadi)
Delegasi FTMM saat menghadiri kegiatan di Thammasat University (Foto: Dok. Pribadi)

ANSCSE ini menjadi wadah untuk researcher dan mahasiswa agar nantinya dapat memahami serta bertukar pikiran tentang hasil riset yang telah dipaparkan. Pada hari pertama, fokus topik pembahasan adalah memahami aplikasi superkonduktor dan penerapan DFT pada computational physics dan computational chemistry.

Kemudian pada hari kedua pelaksanaan ANSCSE28, Fadjar Mulya PhD, dosen program studi Rekayasa Nanoteknologi UNAIR, tampil sebagai salah satu pembicara. Ia membawakan materi hasil riset terbarunya. Hasil riset ini ia sampaikan mengenai desain material nano elektroda untuk baterai ion dan paska lithium, seperti natrium, kalium, dan aluminium.

Melalui Pendekatan Density Functional Theory (DFT), riset ini bertujuan untuk mempercepat penemuan material baru yang lebih efisien dan memiliki daya tahan siklus lebih panjang. Dengan penerapan AI di penelitian tersebut, hal ini menjadi salah satu topik yang terfokuskan untuk menjadi pembahasan pada hari kedua. Selain itu, adanya salah satu topik pembahasan yang bisa tergolong baru dan menarik adalah Thailand Taiwan Japan forum (TTJ) Theory Meets Experiment.

Hari terakhir ANSCSE28, delegasi FTMM melakukan aktivitas pada beberapa tempat. Tempat yang pertama dikunjungi adalah Bang Pa-In Palace yang merupakan kompleks istana musim panas kerajaan Thailand. Mereka melihat serta mempelajari adat serta budaya di tempat ini serta kami bisa mengetahui sedikit banyaknya budaya yang ada di Thailand.

Selanjutnya mereka pergi ke Pasar Kong Khong yang kemudian disambut dengan tarian tradisional khas setempat. Di sana, mereka dapat melihat makanan serta hasil kerajinan khas Thailand yang dijual. Setelah makan siang, kunjungan ke Wat Mahathat menjadi tujuanselanjutnya. Peserta yang hadir berbondong-bondong mengabadikan serta mempelajari momen bersejarah di tempat tersebut. Wat Mahathat menjadi destinasi terakhir dan sekaligus penutup dari ANSCSE28.

Salah satu delegasi FTMM, Muhammad Daffa Rafif, mahasiswa rekayasa nanoteknologi, mengaku senang dapat mempelajari budaya negara lain. Ia juga menjelaskan ANSCSE28 memberikan banyak sekali ilmu serta pengalaman baru lintas negara. Rafif berharap UNAIR mampu mengikuti program serupa kedepannya agar kolaborasi antarnegara dapat terjadi.

淪enang rasanya bisa ikut ANSCSE28. Jujur program ANSCSE28 ini mampu untuk menjembatani kolaborasi antar negara, ucap Rafif Sabtu (9/8/2025).

Penulis: Muhammad Daffa Rafif, Mahasiswa Rekayasa Nanoteknologi

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT