UNAIR NEWS Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), menggelar International Collaboration of 51动漫 with Committee on Scientific and Technological Cooperation (COMSTECH) Islamabad Held. Acara yang terlaksana pada Rabu (28/2/2024) ini bertajuk 淐OMSTECH Distinguished Scholars Program: Microbial Biofilms Course and Workshop.
Workshop yang terlaksana di Ruang RSK, FST, Kampus MERR-C ini menghadirkan secara langsung Prof Dr Ute Romling sebagai pembicara. Dia adalah seorang profesor Medical Microbial Physiology di Karolinska Institutet, Sweden.
Pada workshop hari kedua ini Prof Romling fokus membahas mengenai pengaturan pembentukan biofilm. Setelah sebelumnya ia kemarin memberikan pengantar tentang pengertian, sejarah, dan model biofilm serta struktur komponen biofilm.
Workshop Biofilm
Pengadaan workshop dengan mengulas topik terkait biofilm menjadi tema penting. Menurut Prof Dr Afaf Baktir MS selaku Scientific Committee acara COMSTECH mengatakan bahwa saat ini biofilm sedang populer. Dosen yang berkecimpung dalam riset biofilm ini menyebutkan dalam beberapa penyakit yang tidak terobati sempurna perlu menambahkan antibiofilm.
淢uncul penyakit-penyakit kronis yang tidak terobati sempurna misalnya pneumonia dan cystic fibrosis. Penyakit tersebut tidak dapat sembuh meskipun pemberian antibiotik dalam dosis tinggi karena mikrobanya tidak bisa mati. Oleh karena itu, pendekatan efektif dalam terapi antibiotik ini perlu menambahkan antibiofilm, ungkapnya.
Pentingnya penggunaan antibiofilm bagi Prof Afaf untuk mengobati penyakit kronis menjadi perhatian Departemen Kimia UNAIR untuk mengembangkan riset pada bidang tersebut. Dengan menyambut baik kerja bersama COMSTECH, workshop terkait biofilm dapat terlaksana.

di-GMP Siklik
Pada sesi pemaparan materi, Prof Romling menjelaskan bahwa di-GMP siklik merupakan sistem pensinyalan pesan kedua yang paling banyak dan kompleks pada bakteri. Menurutnya di-GMP siklik terjadi secara khusus pada bakteri.
渄i-GMP siklik terdapat di sebagian besar filum bakteri sehingga sistem pensinyalan kedua ini disebut paling melimpah di sana. Selain itu, di-GMP siklik pada bakteri juga termasuk paling kompleks karena satu genom bakteri dapat mengkodekan lebih dari 100 protein pergantian di-GMP siklik, terangnya.
Lebih lanjut Prof Romling menerangkan bahwa menurut Stuart Schreiber kehidupan tidak akan ada hanya dengan makromolekul. Melalui penelitiannya, tambahnya, Stuart Schreiber memfokuskan penelitian pada molekul kecil yang mengalami sekresi dan penginderaan kuorum. Dengan begitu, lanjutnya, bakteri dianggap terlalu kecil untuk memerlukan jalur sinyal sekunder yang kompleks.
Penulis: Iratri Puspita
Editor: Nuri Hermawan





