UNAIR NEWS – Departemen Komunikasi (FISIP) 51动漫 (UNAIR) dan USA.ID bekerja sama mengadakan bootcamp pelatihan konten digital. Pelatihan untuk mahasiswa tersebut bertempat di Ruang Rote, ASEEC Kampus Dharmawangsa-B UNAIR pada Kamis (04/05/2023).
Sebagai informasi, UNAIR menjadi salah satu universitas pilihan USA.ID untuk tujuan program yang berjalan secara nasional. Dalam program ini nantinya produksi konten akan ikut bersaing secara nasional dengan universitas lain.
Pelatihan tersebut tersemasuk dalam tujuan mengadakan event dari USA.ID yang bekerja sama dengan Meta, Asah Digital, dan Love Frankie yaitu Saring Daring. Saring Daring adalah kompetisi nasional yang menantang mahasiswa membuat dan menyebarkan pesan video yang dapat mendidik warga negara Indonesia tentang praktik terbaik agar tetap aman saat berinternet. Serta, mempraktikkan kewarganegaraan digital yang bertanggung jawab.
Bootcamp tersebut juga menghadirkan pakar komunikasi khususnya di bidang media. Di antaranya adalah Yosia Mokaku Project Pop selaku Dewan Pengarah Program Siberkreasi Indonesia dan Director Cameo Project serta Dr Rita Gani Penggerak Program MAFINDO. Bootcamp tersebut akan berjalan selama sembilan bulan kedepan yang berlangsung secara daring untuk proses mentorship pembuatan konten.
Tantangan Era Digital
Rita menjelaskan bahwa saat ini dunia digital bukan hanya menjadi objek sekunder melainkan juga bagian dalam realitas kehidupan. Sebab, kehidupan era sekarang merupakan proses transformasi dari konvensional ke digital. Semakin banyak kegiatan yang berjalan hanya lewat gadget. Tentunya selain menawarkan kemudahan juga ada berbagai tantangan, seperti permasalahan keamanan data pengguna.
淜eamanan data pribadi merupakan hal penting yang jarang kita sadari. Banyaknya informasi pribadi yang dengan mudah tersebar juga akan meningkatkan risiko kejahatan digital, jelas Rita
Konten Berkualitas
Dalam kampanye tersebut diharapkan mahasiswa bisa memahami keamanan digital dalam output video iklan layanan masyarakat. Sesi workshop konten digital yang diisi oleh Yosi juga menjelaskan penekanan pesan dalam video agar bisa sampai di penonton.
淜ita tidak sedang hanya bicara bagaimana mendapatkan banyak likes, tapi juga bagaimana konten yang kita produksi bisa memberikan impact kepada audience, terang Yosi. (*)
Penulis : Satriyani Dewi Astuti
Editor : Binti Q Masruroh





