UNAIR NEWS – Sebagai lanjutan kerjasama pendidikan antara Departemen Obstetri dan Ginekologi (Obgin) 51动漫-RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan Adelaide University-Australia. Beberapa waktu lalu, Departemen Obgin menerima kedatangan seorang pakar di bidang Obstetri bernama Dr. Mohammad Afzal Mahmoodin M.B.,B.S., M.P.H., Ph.D.
Perhelatan acara Visiting Dr. Mohammad Afzal Mahmoodin M.B.,B.S., M.P.H., Ph.D., ini berlangsung di Aula FK UNAIR (6/5). Acara ini merupakan puncak dari rangkaian acara kunjungan Afzal selama empat hari di Surabaya.
Kunjungan Afzal ke Surabaya kali ini , selain mengikuti beberapa acara seperti Audit Maternal Perinatal, Maternal Mortality Focus Group Discussion, Afzal juga berkesempatan menyampaikan kuliah kepada mahasiswa Program Pendidikan S1 Bidan, Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) , maupun pendidikan konsultan Obginsos.
Menghadirkan sosok inspiratif seperti Afzal dalam acara tersebut tentu beralasan. Afzal dikenal sangat concern dalam upaya mengantisipasi kasus angka kematian ibu atau lebih dikenal AKI.
Angka kematian Ibu di Indonesia, yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan dan nifas, masih belum mencapai penurunan yang signifikan. Dr. Baksono mengatakan angka kejadian AKI di Provinsi Jawa Timur menempati urutan ke tiga terbesar setelah Jawa Barat yang berada di urutan ke dua. Di Jawa Timur sendiri, khususnya Surabaya merupakan kota dengan jumlah kematian ibu terbanyak, yaitu 38 kasus kematian ibu di tahun 2015 dan 37 kasus kematian ibu di tahun 2016.
Berbagai upaya telah dilakukan demi menurunkan AKI. Namun demikian, usaha ini masih bersifat kedaerahan dan kurang mengena pada sasaran, sehingga penurunan jumlah AKI di wilayah Jawa Timur belum sesuai harapan.
Sejauh ini, upaya menurunkan AKI juga telah diupayakan oleh kalangan dokter dari Departemen Obgin, antara lain dengan cara 榡emput bola, para dokter ini blusukkan ke daerah-daerah di wilayah kepulauan Madura.
Di sana mereka menyosialisasikan berbagai program kehamilan sehat dan memberikan penyuluhan serta memeriksa para ibu hamil disana. Upaya jemput bola semacam ini juga serupa dengan apa yang selama ini diupayakan Afzal.
淪elama 30 tahun terakhir saya telah bekerja untuk sejumlah besar pengembangan perawatan primer dan perawatan di rumah sakit. Untuk program ini, saya telah bekerja dengan departemen kesehatan pemerintah dan organisasi non-pemerintah di berbagai negara termasuk Pakistan, Indonesia, Arab Saudi, Kenya, Myanmar, Cina, dan Australia, jelasnya.
Sejak tahun 1998, Afzal telah menjalin kerjasama dengan banyak departemen dan sejumlah universitas di Indonesia, seperti Universitas Trisakti dan Universitas Indonesia yang dirintisnya mulai tahun 2007.
Termasuk dengan pemerintah provinsi Kalimantan Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Tarakan, Bulungan, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Samarinda, Kutai Barat, hingga Paser. Afzal bahkan telah melakukan penelitian terhadap 30 kematian ibu di Kalimantan Timur selama kurun delapan tahun terakhir.
“Penelitian tersebut menggali secara mendalam seputar faktor apa saja terkait kematian ibu sejak awal kehamilan hingga kematian. Saya berharap penelitian ini mampu memberikan informasi yang diperlukan oleh para pelaku kesehatan, sehingga dapat menyusun upaya yang terarah dan berdayaguna dalam menurunkan AKI di Indonesia,” pungkasnya.
Penulis: Sefya Hayu
Editor: Nuri Hermawan





