51动漫

51动漫 Official Website

Deteksi Bentuk Aktif Gen MAGE A11 dan MAGE A12 pada Kanker Paru

Kanker paru merupakan kanker nomer dua terbanyak di dunia. Data menunjukkan bahwa kanker paru ini adalah penyebab kematian pertama akibat kanker. Penderita kanker paru, biasanya tidak merasakan gejala pada stadium awal. Gejala baru muncul setelah kanker mencapai stadium lanjut dan dapat diperkirakan pasien berakhir dengan buruk.  Selain itu, angka kelangsungan hidup pasien kanker paru sangat rendah. Oleh karena itu, masih diperlukan studi lanjut untuk menemukan penanda kanker paru dan prediksi keganasan kanker paru.

Keluarga gen antigen melanoma A (MAGE A) termasuk dalam kelompok antigen kanker testis. Gen MAGE A, pada sel normal tidak aktif tetapi pada sel kanker menjadi aktif. Pada keganasan paru, subfamili MAGE A sangat menonjol dan berpotensi menjadi biomarker diagnostik dan prognostik.  Bentuk aktif gen MAGE A1 hingga MAGE A12 pada pasien kanker paru dikaitkan dengan tingkat kelangsungan hidup yang buruk. Deteksi bentuk aktif  gen MAGE A1, A2, A3, A4, A8, A9, A10, dan A12 berkorelasi dengan prognosis kanker paru-paru yang buruk. Keluarga  gen MAGE A diindikasikan sebagai penanda hasil kelangsungan hidup pada berbagai penyakit kanker, termasuk kanker paru-paru. Selain itu merupakan penanda adanya sel kanker pada jaringan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sel, kanker paru dibedakan  menjadi dua jenis utama yaitu kanker paru jenis sel kecil (SCLC) dan jenis bukan sel kecil (NSCLC). Untuk pasien dengan jenis sel kecil, biasanya kasusnya agak jarang tetapi kanker lebih cepat berkembang dengan angka kesembuhan yang sangat kecil. Kanker jenis ini sulit dilakukan terapi. Sedangkan kanker jenis bukan sel kecil, kasusnya ditemukan lebih banyak yaitu lebih dari 80%. Kanker jenis ini masih memungkinkan untuk mendapat terapi yang lebih baik. Oleh karena itu, kami melakukan penelitian dengan fokus pada deteksi bentuk aktif gen MAGE A11 dan MAGE A12 pada pasien kanker paru. Bentuk aktif gen MAGE A11 dan MAGE A12 mungkin bermanfaat sebagai penanda diagnostik dan prognostik kanker. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi bentuk aktif  gen MAGE A11 dan MAGE A12 pada tumor paru-paru dari biopsi inti, biopsi forceps, dan spesimen lavage bronkoalveolar.

Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa bentuk aktif gen MAGE A11 ditemukan positif pada 3,33% pasien, sedangkan bentuk aktif gen MAGE A12 ditemukan positif pada 44,44% pasien. bentuk aktif gen MAGE A11 ditemukan positif 3,57 % pasien NSCLC, sedangkan bentuk aktif gen MAGE A12 ditemukan positif pada 32,14% pasien NSCLC.

Terdapat 68% spesimen dari pasien secara histopatologi tidak ditemukan sel ganas, namun data menunjukkan bahwa bentuk aktif gen MAGE A11 ditemukan positif pada 3,23% pasien tersebut dan bentuk aktif gen MAGE A12 ditemukan positif pada 50% pasien. Bentuk aktif gen MAGE A11 dan MAGE A12 terdeteksi pada NSCLC dan pada beberapa spesimen dengan diagnosis patologis tidak ditemukan sel ganas. Pada kanker paru-paru, ekspresi MAGE A11 dan A12 yang berlebihan dikaitkan dengan tingkat kelangsungan hidup dan prognosis yang buruk. Oleh karena itu, bentuk aktif MAGE A11 dan MAGE A12 mungkin disarankan sebagai penanda diagnostik dan prognostik kanker paru-paru.

Hal yang menjadi perhatian utama dari hasil penelitian ini adalah bentuk aktif gen MAGE A11 dan MAGE A12 ditemukan pada jaringan yang sangat kecil yang dikumpulkan dari biopsi inti dan biopsi forceps dan juga ditemukan dalam cairan dari bilasan bronkoalveolar selama bronkoskopi. Selain itu, bentuk aktif gen MAGE A11 dan MAGE A12 ditemukan pada spesimen yang didiagnosis sebagai kanker paru non-sel kecil (NSCLC) dan yang lebih menarik adalah bentuk aktif gen mAGE A11 dab MAGE A12 juga ditemukan pada spesimen yang secara histopatologi tidak ditemukan sel ganas.  Secara morfologi, tidak ditemukan sel ganas, namun secara molekuler masih ditemukan bentuk aktif gen MAGE A yang merupakan penanda sel kanker.

Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa deteksi bentuk aktif gen MAGE A11 dan MAGE A12 merupakan penanda potensial untuk mendukung diagnosis patologi kanker paru yang diperiksa dari specimen hasil biopsi inti, biopsi forsep, dan cairan bilasan bronkoalveolar. Selanjutnya dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi diagnostik kanker paru dan menyelamatkan nyawa pasien

Oleh       : Gondo Mastutik, Alphania Rahniayu, Isnin Anang Marhana, Mochamad Amin, Heru Fajar Trianto, Reny I檛ishom Link artikel pada web jurnal :

AKSES CEPAT