51动漫

51动漫 Official Website

Deteksi Kesaktian Bakteri di Rumah Sakit: Resistensi dan Pembentukan Biofilm

Penyebaran bakteri resisten antimikroba di seluruh dunia telah mencapai tingkat darurat. Lebih dari 2,8 juta penyakit dan lebih dari 35.000 kematian disebabkan oleh bakteri yang resistan terhadap antimikroba setiap tahunnya antara tahun 2012 dan 2017 di AS. AMR telah membunuh banyak orang di seluruh dunia (sekitar 700.000 kematian per tahun).

Resistensi antimikroba telah menjadi masalah mendesak bagi kesehatan dan perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir. Infeksi yang disebabkan oleh patogen yang resistan terhadap antimikroba atau mikroorganisme yang resistan terhadap beberapa obat (MDR) sedang meningkat, sehingga berdampak pada biaya perawatan kesehatan, hasil akhir pasien, dan kemampuan untuk mengendalikan penyebaran penyakit.

Resistensi bakteri terhadap antibiotik disebabkan oleh berbagai mekanisme, antara lain keterbatasan penyerapan, perubahan target, inaktivasi enzim, dan pompa efux. Mekanisme resistensi antibiotik yang disebutkan sebelumnya bukan satu-satunya alasan kegagalan pengobatan infeksi MDR. Kemampuan menciptakan bioflm, komunitas mikroorganisme yang terhubung antar sel dan dikelilingi oleh matriks eksopolisakarida (EPS) pada suatu permukaan, merupakan salah satu mekanisme resistensi yang digunakan bakteri untuk hidup di lingkungan yang mengandung bahan kimia antibiotik. Pengaturan bioflm dapat menumbuhkan resistensi antibiotik seribu kali lebih besar pada bakteri sesil dibandingkan mikroorganisme planktonik. Patogenesis penyakit menular yang melibatkan mekanisme pembentukan bioflm disebut infeksi terkait bioflm atau bioflm Associated Infection (BAI).

Penelitian yang dilakukan oleh penulis bertujuan menganalisis hubungan antara kemampuan pembentukan bioflm GNB dengan fenotip resistensi antibiotik pada isolat klinis GNB. Metode yang digunakan adalah Penelitian potong lintang ini dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus 2022 di Rumah Sakit Akademik Umum Dr. Soetomo. Isolat yang berasal dari spesimen klinis, termasuk spesimen darah, urin, dan saluran pernafasan, diidentifikasi fenotip resistensi antibiotiknya melalui uji kuantitatif pembentukan bioflm. Fenotip resistensi antibiotik dipelajari sehubungan dengan kemampuan isolat GNB dalam pembentukan bioflm.

Kesimpulan penelitian menyebutkan Kemampuan bakteri Gram-negatif untuk membentuk bioflm tidak berhubungan dengan fenotip resistensi antibiotik; oleh karena itu, pemantauan bioflm secara rutin sangat penting untuk meningkatkan kualitas strategi pengobatan untuk infeksi terkait bioflm.

Penulis Agung Dwi Wahyu Widodo

AKSES CEPAT