UNAIR NEWS Dewi Nur Aisyah, Ph.D merupakan alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2009. Dia menjadi mahasiswa berprestasi dan melanjutkan studi S2 di Imperial College London serta S3 di University College London dengan menerima beasiswa. Dewi juga berhasil menerbitkan 3 buku yang berjudul 淎we-Inspiring Me, 淪halihah Mom檚 Diary, dan 淎we-Inspiring Us.
Dalam kesempatannya menjadi pemateri di acara Seminar Kemuslimahan, yang diselenggarakan oleh Moslem Students Association of Economics and Business Faculty (MOSAIC) Fakultas Ekonomi dan Bisnis 51动漫 (UNAIR). Dia memberikan tips kepada mahasiswa milenial agar tidak terjerumus terhadap dampak negatif arus globalisasi. Ia berpesan kepada mahasiswa untuk lebih memahami ilmu aqidah dan ilmu tauhid agar tidak jatuh pada keburukan.
淜unci pertama adalah tauhid, ketika tauhidnya sudah kuat mau ada apapun, angin kencang globalisasi tidak akan menggoyahkan kita, ucapnya.
Selain itu, ia juga menuturkan betapa pentingnya kedekatan seorang anak dengan kedua orang tuanya. Bercerita merupakan salah satu cara orang tua untuk tetap dekat dengan anaknya. Sehingga dapat mencegah anak terjerumus pada hal-hal buruk.
淜etika aqidahnya tidak kuat dan kedekatan dengan orang tua tidak ada, seorang anak bisa lepas dan hilang. Ketika aqidahnya belum kokoh, mereka (anak, Red) tidak tau harus bagaimana, banyak terpaan dari luar, mereka akan terbawa oleh arus, tuturnya.
Dia juga menambahkan perlunya proteksi bagi diri sendiri agar tidak mudah terbawa arus globalisasi. Salah satunya adalah dengan tidak mudah terbawa arus oleh berita-berita hoax serta kembali pada Al-Quran dan sunnah.
淜ita harus punya proteksi yang sangat kuat minimal dari kita sendiri, yang pertama tidak terbawa dengan hoax, itu wajar. Yang kedua, kembalikan perbedaan yang ada pada Al-Quran dan sunnah, selesai. Bagi saya tidak perlu membesarkan perbedaan ketika kita memiliki banyak persamaan, pungkasnya.
Sebagai penutup pada acara seminar kemuslimahan yang diselenggarakan pada Sabtu (14/09/2019) di Aula Fadjar Notonegoro Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR tersebut, Dewi kembali berpesan agar mahasiswa terus belajar untuk memahami tauhid, ilmu fiqih, dan Al-Quran karena ketiga hal itu adalah yang utama bagi kehidupan. (*)
Penulis : Dita Aulia Rahma
Editor : Khefti Al Mawalia





