UNAIR NEWS – 淚ni adalah kemenangan mahasiswa semuanya, kemenangan mahasiswa psikologi UNAIR, siapapun yang menjadi pemenang, semuanya adalah duta-duta terbaik yang akan mewakili dan mengharumkan nama Fakultas Psikologi, tutur Dr. Nurul Hartini, M.Kes, Dekan FPsi dalam sambutannya pada Grand Final Duta Psikologi UNAIR 2017.
Pemilihan duta FPsi untuk pertama kalinya membawa antusiasme di kalangan mahasiswa. Sejak pendaftaran dibuka pada 26 September silam, puluhan pendaftar dari berbagai angkatan mengumpulkan berkas sebagai persyaratan. Pendaftar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, namun juga non-akademik yang dibuktikan melalui prestasi yang telah diperoleh. Selain itu, mereka juga dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan baik serta berpenampilan menarik.
淯ntuk tahap pertama memang kami harus mengumpulkan berbagai berkas dan memenuhi persyaratan, termasuk IPK minimal 2.75 hingga menguasai bahasa Inggris dan Indonesia, tutur Awwalu Nur Rizqi yang dinobatkan sebagai Duta Berbakat.
Sebelum diumumkan ke babak final, seluruh pendaftar harus mengikuti tes tulis dan focus group discussion (FGD) dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Forum FGD itu mengambil tema seputar pengetahuan umum tentang FPsi dan UNAIR.
Setelah terpilih 13 finalis yang siap dikarantina, proses seleksi masih berlanjut. Kali ini dewan juri memberi tantangan membuat video berkaitan dengan pengenalan salah satu ruangan yang ada di FPsi dan video unjuk bakat. Waktu pengerjaan video relatif singkat. Di samping itu, finalis masih harus menempuh perkuliahan dan aktivitas lainnya.
淎walnya kaget, namun semakin dipikir bahwa 榥anggung sudah sampai di sini dan mengapa tidak sekalian ditotalitaskan, terang Awwalu yang akrab dipanggil Cicik.
Cicik bercerita, beberapa saat menuju malam puncak Grand Final pada Rabu (18/10), ke-13 finalis melakukan depth interview.
Hingga tibalah pada tahap akhir, seluruh finalis dihadapkan pada sesi tanya jawab seputar dunia psikologi. Tantangannya ialah, mereka harus menjawab pertanyaan yang diajukan dihadapan dewan juri dan tentunya penonton yang hadir.
淢engapa psikologi menjadi ilmu yang dibutuhkan bagi kehidupan saat ini? Karena pada dasarnya, psikologi mempelajari jiwa dan karakter individu. Apabila mengetahui hal tersebut, maka hubungan dan interaksi akan semakin terbangun, Jawab Rhajiv Nur Ilham.
Tiga besar finalis yang terpilih masing-masing mendapat pertanyaan yang sama, yakni bagaimana cara memaknai kemenangan, apabila malam ini dinobatkan sebagai Duta Psikologi.
淧ertama bersyukur pada Tuhan YME, kemudian berusaha semaksimal mungkin berbakti pada Fakultas Psikologi, dan aktif berpartisipasi pada kegiatan fakultas maupun universitas, jawab Rhajiv Nur Ilham yang dinobatkan sebagai Duta Fakultas Psikologi pertama. (*)
Penulis : Siti Nur Umami
Editor : Binti Q. Masruroh





