51动漫

51动漫 Official Website

DIPP Beri Pelatihan Menulis Buku Ajar bagi Dosen UNAIR

Penyampaian materi oleh Bambang Trimansyah melalui Zoom Meeting (Foto: Tangkapan Layar Zoom Meeting)
Penyampaian materi oleh Bambang Trimansyah melalui Zoom Meeting (Foto: Tangkapan Layar Zoom Meeting)

UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) menyelenggarakan pelatihan penulisan buku ajar, referensi, dan monograf bagi dosen UNAIR. Pelatihan ini terselenggara pada Rabu (19/3/2025) melalui Zoom Meeting. Pelatihan penulisan buku ajar, referensi, dan monograf tersebut menghadirkan tiga narasumber. Antara lain Bambang Trimansyah, Prof Dr Purnawan Basundoro SS M Hum, dan Prof Dr I Made Narsa SE MSi Ak CA.

Bambang Trimansyah menyampaikan bahwa dalam penulisan buku ajar, terdapat suatu penerapan konsep, yakni konsep piramida dengan empat level. Buku ajar pada level satu, dua, dan tiga harus terdiri dari tiga poin. Antara lain mengingat, memahami, dan menerapkan. 淢engingat, pada level ini, buku ajar harus memuat informasi dasar. Seperti definisi, istilah, dan fakta-fakta kunci, dan visualisasi seperti penggunaan gambar, diagram, dan ilustrasi dapat mempermudah proses mengingat, ujarnya.

Kedua, memahami konsep yang jelas, di mana buku harus menyajikan penjelasan yang mudah dipahami. Misalnya, dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh yang relevan serta menghubungkan konsep dengan konteks yang bermakna. Sehingga, dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Dan yang terakhir, menerapkan lewat latihan praktis serta studi kasus untuk melihat situasi nyata.

Pada level keempat, terdapat tiga poin. Poin pertama, menganalisis dengan memecah informasi kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dipahami. Kedua, mengevaluasi dengan membuat penilaian berdasarkan kriteria atau standar tertentu. 淜etiga, menciptakan yang berhubungan dengan cara menghasilkan ide, produk, atau solusi baru yang mendorong berpikir kritis dan kreatif, katanya. Ia menambahkan, pada tahap revisi sebaiknya menggunakan pendekatan Taksonomi Bloom (kognitif, afektif, psikomotor).

Tahap pertama dalam menulis adalah pra menulis naskah. Tahap ini dapat dilakukan dengan penentuan jenis buku ajar, mengonversi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) menjadi buku ajar, mengumpulkan sumber yang relevan, dan menyusun ikhtisar penerbitan. Selanjutnya, tahap menulis dan merevisi draf naskah.

淢enulis draf naskah dilakukan mulai dari menulis awal, isi, dan akhir buku. Untuk merevisi draf perlu melakukan peninjauan mulai dari struktur buku ajar, urutan bab, isi buku ajar, keseimbangan antar bab, dan penyajian, ungkapnya.

Ketiga, melakukan swasunting naskah dan menerbitkan buku. 淧erlu dilakukan penyuntingan mulai dari ejaan, materi, legalitas, dan mengecek persentase kemiripan hingga akhirnya memilih opsi penerbitan dan mengirim naskah pada penerbit, tuturnya.

Pada akhir, ia menambahkan bahwa penulisan buku banyak yang mirip sehingga harus ada pembeda dalam penulisannya. 淧enulis harus melakukan riset keberadaan buku pembanding yang telah orang lain terbitkan. Harus ada kebaruan dan dalam penyajiannya ada unsur yang dapat tervisualisasikan serta kelengkapan komponen, pungkasnya.

Penulis: Arifatun Nazilah

Editor: Yulia Rohmawati 

AKSES CEPAT