UNAIR NEWS Tiga buku karya Dr. Prasetio di bedah oleh tiga panelis dari bidang yang berbeda. Dipandu oleh moderator, Dr. Ahmad Kholis Hamzah, panelis pertama, Agus Widyantoro, S.H., MH dari Fakultas Hukum UNAIR, dalam membedah buku 淒ilema BUMN menuturkan bahwa, penyebab terjadinya sebuah dilema karena adanya sikap ambigu negara dalam mengambil kebijakan, selian itu Penegakan hukum melalui pengadilan banginya lebih fokus kepada kerugian yang diderita BUMN dari pada terhadap proses pengambilan keputusan bisnis.
淧emikiran saya pada hakikatnya linier dengan pemikiran Dr. Prasetio yang tertuang dalam bukunya tersebut, bahwa perjuangan kedepan adalah bagaimana mendudukkan BUMN pada kittahnya sebagai unit bisnis, bukan lembaga birokratis, tegasnya.
Panelis kedua, yakni Dr. Gancar C. Premananto, M.Si. Ketua Program Studi Magister Manajemen UNAIR tersebut membuka bedah buku yang berjudul 淚t Goes Without Saying dengan kata Minggat. Baginya buku tersebut menunjukkan dunia Manajemen Risiko (RM) yang merupakan SAHABAT penting bagi perusahaan dan bukan MUSUH. Selain menuturkan beragam hikmah dalam buku tersebut, Gancar juga menganjurkan bagi para akademisi yang ke depan ingin menjadi pemimpin sebuah institusi.
淏uku ini layak baca untuk para pemimpin di berbagai institusi dan calon pemimpin masa depan tentang bagaimana pengelolaan institusi yang menyeimbangkan pertumbuhan dan kehati-hatian secara berkelanjutan, tandasnya.
Panelis terakhir yang membedah buku 淥ut of Comfort Zone, yakni Dr. Falih Suaedi, M.Si., selaku Dekan FISIP UNAIR. Dalam hal ini Falih lebih menyoroti banyaknya perusahan yang dikekang oleh pemerintah, baginya hal ini yang membuat sebuah perusahaan tersebut sulit berkembang. Di akhir acara, Dr. Prasetio memberikan kata penutup bahwa dengan disiplin dan memiliki sikap yang patuh, segala cita-cita yang dinginkan akan bisa diraih.
淜ita sebenarnya bisa disiplin kok, apalagi ini bulan latihan untuk hal itu, kalian ini adalah generasi yang ditunggu bangsa untuk memberi manfaat dan inspirasi, pungkasnya mengakhiri. (*)
Penulis : Nuri Hermawan





