UNAIR NEWS Gedung Program Magister Manajemen FEB kedatangan tokoh nasional Sabtu siang (6/3). Dia adalah Dirut Pertamina Dwi Soetjipto. Salah satu anggota majelis wali amanah UNAIR tersebut menjadi narasumber business gathering bertajuk Transformasi Pertamina Menjadi Perusahaan Energi Berkelas Dunia.
Dalam kesempatan itu, mantan Dirut Semen Indonesia tersebut mengungkapkan pentingnya kreatifitas dan semangat juang. Semua itu menjadi modal utama untuk bersaing di pasar global. Wawasan mesti mendunia. Namun, nasionalisme dan rasa cinta pada tanah air harus pula menjadi landasan dalam bertindak.
Yang tak kalah penting adalah perasaan tidak gampang merasa puas. Dia mencontohkan, Pertamina saat ini bisa dibilang sebagai BUMN besar. Namun, para penggawa di dalamnya tidak boleh merasa berada di zona aman. 淭antangan di luar sangat besar. Kita harus selalu peka terhadap perubahan. Jangan sampai terlena, kata dia.
Perubahan yang begitu cepat dan beraneka rupa ini sempat dianalogikannya dengan kisah bahtera Nuh. Betapa waktu itu, banjir yang terjadi benar-benar tidak bisa diprediksi dan di luar dugaan. Kalau sudah begitu, sense of crisis sudah menjadi barang mutlak.
Di sisi lain, dia juga menyampaikan soal perlunya brain storming dengan rekan-rekan. Sebab, berawal dari kebersamaan dalam diskusi, kerap kali ide-ide brilian muncul.
Sekitar 150 mahasiswa dan civitas akademika hadir dalam acara tersebut. Khususnya, yang berasal dari FEB. Ada pula peserta dari kalangan praktisi dan pemerhati bisnis yang hadir dari luar kampus UNAIR.
Mereka tampak antusias mengikuti 渟haring session yang gayeng dan hangat kali ini. Gaya bertutur yang ringan dan gampang dipahami menjadikan Dwi magnet dalam venue.
Ketua Program Studi Magister Manajemen Dr Gancar Premananto menuturkan, pihaknya sudah kerap melangsungkan kuliah umum, seminar, business gathering, meet the CEO赂 yang dihadiri tokoh nasional dengan rekam jejak bagus. 淜ami ingin mendapatkan ilmu dan pengetahuan langsung dari ahlinya. Para mahasiswa bisa belajar dan berinteraksi langsung dengan narasumber yang berkompeten, kata dia.
Harapannya, apa yang disampaikan Dwi dapat diterima oleh mahasiswa sebagai alternatif berpikir dan mengaplikasikan ilmu di masyarakat. Terlebih, selama berkiprah di dunia bisnis, Dwi terhitung sukses dan sarat prestasi. (*)
Penulis: Rio F. Rachman





