n

51动漫

51动漫 Official Website

Diskusi Gayeng dan Gerrr Antara UNAIR dan Elemen Masyarakat Surabaya

Suasana dalam diskusi saat perwakilan komunitas rek ayo rek memberikan pendapat kepada Rektor 51动漫 (Foto: Yitno)

UNAIR NEWS Suasana hangat melingkupi ajang diskusi bertajuk Silaturahmi Rektor 51动漫 Bersama Komunitas Rek Ayo Rek (RAR), Tokoh Masyarakat, dan Media di selasar lantai 4 gedung Rektorat Rabu (30/3). Rektor, didampingi jajaran dan para dekan, tampak bersahabat saat berinteraksi dengan Ketua RAR Herman Riva檌, Ketua DPRD Surabaya Armudji, dan semua masyarakat yang ada di sana. Termasuk, para awak media yang antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Perwakilan dan pengurus Ikatan Alumni UNAIR juga datang untuk menyemarakkan diskusi.

Acara tersebut tambah terasa akrab karena dipandu oleh pakar komunikasi Drs Suko Widodo MSi. Pria yang juga Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) tersebut acap melontarkan joke segar di hadapan puluhan hadirin yang duduk melingkar di hadapan meja-meja bundar. Tak ayal, atmosfer gerrr-gerrr-an pun mewarnai suasana.

Rektor 51动漫 Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak., CMA. mengaku senang bisa berkumpul dengan semua elemen masyarakat lintas bidang. Ada yang memiliki latar belakang akademisi, politisi, birokrat, polisi, tentara, pengusaha, dan lain sebagainya. 淚ni langkah awal. Setelah ini, pasti akan ada diskusi dan pertemuan lain yang tujuannya mencari solusi tiap masalah, ungkap guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu.

Dia menyatakan, pintu kampus selalu terbuka untuk siapa saja. Khususnya, bagi mereka yang ingin mendapat saran dan masukan dari perspektif ilmiah tentang ragam topik. 淜ami punya pakar di segala bidang. Yang kami tidak punya cuma uang. Makanya, kalau butuh uang jangan datang pada kami. Datang saja pada Pak Jamhadi (Pengusaha yang juga Ketua Kadin Surabaya, Red), seloroh Rektor yang disambut tawa para hadirin. Kebetulan, Jamhadi waktu itu tepat duduk di hadapannya. Ditegaskan Nasih, Surabaya tidak hanya punya Tugu Pahlawan, Kenjeran, dan tetenger lainnya. Namun juga, ada UNAIR yang berlokasi di pusat kota. Maka itu, sudah sepantasnya para wakil rakyat dan pemkot memaksimalkan potensi UNAIR.

Sementara itu, Herman berharap, komunitas RAR dan UNAIR dapat memberi perubahan pada kondisi sosial di Surabaya. 淪egala masalah hanya bisa terselesaikan bila kita bersinergi. Di RAR ada banyak pakar atau 渄ekan. Ada 渄ekan urusan Pasar Turi seperti Pak Kemas, ada 渄ekan urusan bisnis seperti Pak Jamhadi. Ada 渄ekan urusan politik dan pemerintahan seperti Pak AH Thony. Makanya, sinergi kita bisa komplit, urai dia diiringi tepuk tangan hadirin.

Event ini diapresiasi oleh pemerintah pusat. Kasubbag Komunikasi dengan Lembaga Biro Kerjasama & Kompublik Setjen Kemristekdikti Neni Herlina mengaku kagum dengan gagasan dicetuskannya diskusi ini. 淎pa yang dilakukan UNAIR mematahkan persepsi yang banyak beredar dan menyebut kalau kampus adalah menara gading. Hari ini, terbukti jelas kalau kampus benar-benar bisa menyatu dengan masyarakat, ungkap dia.

Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., Ph.D., FINASIM mengatakan, kampus memang harus memberi sumbangsih kongkret di masyarakat. Kegiatan kali ini hanyalah satu di antara sekian banyak program UNAIR untuk bisa menyentuh semua elemen. 淧ercuma ada universitas di suatu kota bila kota itu tidak merasakan manfaatnya, tegas Djoko. (*)

Penulis: Rio F. Rachman

AKSES CEPAT