UNAIR NEWS Di tengah maraknya self diagnosis (menentukan diagnosa mandiri, red.) dalam permasalahan kesehatan mental. Help Center UNAIR gelar diskusi melalui seminar bertajuk Self Diagnose: Buat Diri Sendiri Kok Coba-Coba secara online via zoom meeting pada Sabtu, (03/12/2022).
Sekarang kan lagi marak sekali ya self diagnosed. Banyak orang yang selalu bilang self diagnosed, tapi sebenernya kalian tau ga sih ? Justru self diagnosed ini berbahaya lo kalau disalah gunakan dengan sembarang orang. Tidak semua orang itu benar-benar bisa menentukan diagnose, ujar Dr Ikr Herdiana M Psi Psikolog, pembicara webinar.
Menurut Dr Ike, banyak anak muda yang saat ini meyalah artikan self diagnose. Bahkan tak jarang banyak anak muda yang membanggakan diri dengan mengklaim dirinya bipolar. Diagnosa secara mandiri itu mereka anggap seolah-olah setiap orang memiliki isu kesehatan yang sama.
Sehat itu tidak selamanya punya masalah dengan fiisk dan mental. Sehat itu ketika kalian deal with problem. Kesehatan mental seseorang tidak bisa dikukur hanya dengan menganalisis sesuatu yang tampak tegasnya
Self Diagnose Tidak Sepenuhnya Dilarang
Melakukan self diagnose tidak sepenuhnya salah dan tidak pula dilarang. Hanya saja cara melakukan self diagnosed itu harus diimbangi dengan konsultasi pakar professional yang memang ahli dan memiliki ilmu yang mendasarinya untuk menentukan suatu diagnosa.
Boleh-boleh saja melakukan self diagnosis baik mencari info langsung ataupun melalui internet. Namun setelah merasa bahwa memang ada yang nyambung itu dilanjutkan dengan konsultasi, kunjungi psikolog dan psikiater, jangan malah menyimpulkan sendiri, ujar Dr Ike
Dr Ike juga mengatakan bahwa self diagnosed yang tidak diimbangi dengan konsultasi kepada orang yang lebih professional (psikolog dan psikiater), justru akan memunculkan kegelisahan yang baru. Mental seseorang justru akan down dengan diagnosa yang belum bisa dipastikan kebenarannya.
Masalah mental merupakan sekumpulan gejala. Bukan gejala tunggal. Oleh sebab itu kita harus betul-betul memahaminya. Mendiagnosa diri sendiri dengan penyakit mental dapat menyebabkan meremehkan penyakit mental atau memperbesarnya, yang keduanya bisa berbahaya, pungkasnya.
Penulis: Rosita
Editor: Khefti Al Mawalia





