n

51动漫

51动漫 Official Website

Ditarget 162 Jurnal Terindeks Scopus, FK UNAIR Perkuat Aktivitas Reworking

Lokakarya
Wakil Dekan III FK UNAIR Prof. Dr. Ni Made Mertaniasih, dr., MS., Sp.MK (K). saat memberikan pemaparan pada Lokakarya Pembinaan Publikasi Jurnal Internasional. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran 51动漫 terus berupaya mengembangkan strategi percepatan demi tercapainya target publikasi jurnal di tingkat internasional. Salah satu bentuk strategi yang saat ini sedang gencar disosialisasikan di kalangan dosen maupun mahasiswa adalah dengan cara memperkuat aktivitas reworking.

Seperti disampaikan oleh Wakil Dekan III FK UNAIR Prof. Dr. Ni Made Mertaniasih, dr., MS., Sp.MK (K) bahwa reworking merupakan bentuk aktivitas mengubah naskah hasil penelitian berupa skripsi, thesis, disertasi maupun laporan hasil penelitian dosen menjadi bentuk artikel jurnal secara umum.

淭arget FK UNAIR tahun 2017 adalah 162 jurnal yang terindeks scopus, bahkan kalau bisa kita bisa capai lebih. Untuk mencapai itu, kita lakukan percepatan dengan memperkuat aktivitas reworking, ungkapnya usai menghadiri acara Lokakarya Pembinaan Publikasi Jurnal Internasional, di Grhamik FK UNAIR, 17/5.

Lokakarya yang diikuti oleh puluhan dosen dari 29 Departemen di lingkungan FK UNAIR, rencananya akan berlanjut sampai ke tahap pendampingan pengiriman artikel untuk diajukan ke jurnal internasional.

Kriteria penelitian yang akan di reworking merupakan ketentuan dari masing-masing bidang ilmu kedokteran. Dosen pembimbing atau ketua program studi dan ketua departemen berwenang untuk memilih penelitian yang dianggap memenuhi kriteria untuk dapat diperjuangkan di tingkat internasional.

Beberapa perguruan tinggi di Indonesia sebenarnya sudah ada yang lebih dulu menerapkan aktivitas reworking di setiap publikasi jurnal. Sementara di FK UNAIR lebih sering menggunakan repository.

淏ukan berarti kita (UNAIR) terlambat menerapkan ini. Secara individu, saya yakin masing-masing dosen di berbagai fakultas sudah ada yang menerapkan reworking ketika membimbing penelitian mahasiswa S1 dan S2. Yang kita bangun sekarang adalah memperkuat aktivitas reworking secara serentak dan sistematis di seluruh fakultas di UNAIR, ungkapnya.

Made juga mengatakan, aktivitas reworking ini sebenarnya membawa banyak keuntungan. Selain bagi penulisnya, hal tersebut juga akan berdampak baik bagi institusi pendidikan terkait. Menurutnya, dengan merubah penelitian menjadi jurnal, penulis akan termotivasi untuk mempertahankan pengembangan ilmu. Karena ketika penulis sungguh-sunggu ingin mengembangkan penelitiannya menjadi jurnal, otomatis penulis akan berupaya melakukan perbaikan dan menyempurnakan hasil karyanya.

淜etika penelitian masih sebagai prasarat kelulusan, maka mahasiswa atau dosen cenderung lebih fokus mengejar target kelulusan saja sehingga seringkali kualitas penelitian kurang maksimal. Namun ketika dikembangkan menjadi sebuah jurnal, maka tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu jadi lebih besar, ungkapnya.

Selain dalam bentuk jurnal penelitian, bentuk publikasi internasional lainnya bisa dalam bentuk review articel, case report, sistematic review, maupun opini yang termuat di media.

Made menghimbau agar sebaiknya kalangan dosen mulai membiasakan menulis opini sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Wujud publikasi lainnya juga bisa dalam bentuk mereview beberapa artikel , kemudian mengkonsep sesuai dengan hasil review yang diperoleh dari beberapa sumber jurnal , maupun history textbook.

Rencananya, acara lokakarya tersebut masih akan dilanjutkan hingga pada tahapan pendampingan submit penelitian ke jurnal internasional. Artinya, ketika manuscript masih dalam bahasa Indonesia maka perlu di translet terlebih dulu ke bahasa inggris, kemudian dilakukan penyempurnaan kalimat. Selanjutnya dilakukan penyesuaian guideline for author. Setelah itu, masuk ke tahap kelengkapan data untuk proses afiliasi.

Penulis: Sefya Hayu

Editor: Nuri Hermawan

 

 

AKSES CEPAT