51动漫

51动漫 Official Website

Dokter UNAIR Bagikan Tips Sehat Berpuasa bagi Lansia

Dokter UNAIR Bagikan Tips Sehat Berpuasa bagi Lansia
Dosen asal Fakultas Kedokteran 51动漫 (FK UNAIR), dr Novira Widajanti SpPD KGer FINASIM dalam Dokter UNAIR TV (10/04/2023). (Sumber : YouTube UNAIR TV)

UNAIR NEWS – Selain menjanjikan pahala, puasa memang terbukti menyehatkan. Namun beberapa golongan-golongan tertentu seperti lansia, harus memperhatikan beberapa hal agar puasanya tidak berdampak buruk terhadap tubuh.

Dosen asal Fakultas Kedokteran 51动漫 (FK UNAIR), dr Novira Widajanti SpPD KGer FINASIM membagikan beberapa tips agar puasa para lansia dapat berjalan lancar.

Ia menyebutkan bahwa lansia harus dapat menilai kemampuannya sendiri untuk dapat berpuasa. Jika lansia merasa mampu dan merasa tidak akan menimbulkan potensi sakit, maka boleh untuk berpuasa.

淪eperti yang kita tahu bahwa lansia mengalami penurunan biologis. Untuk itu harus diketahui apakah mengonsumsi obat-obatan, atau berpotensi mengalami malnutrisi, sebut dr Novi.

Gizi Seimbang

Selain itu, lansia harus tetap dapat memenuhi kebutuhan gizi seimbang, baik dalam bulan puasa maupun tidak. 淪emisal pada saat puasa, bisa berpatokan pada porsi pedoman gizi seimbang, yaitu 50 persen saat berbuka, 10 persen setelah tarawih, dan 40 persen saat sahur, papar dokter spesialis penyakit dalam tersebut.

Dosen asal Fakultas Kedokteran 51动漫 (FK UNAIR), dr Novira Widajanti SpPD KGer FINASIM dalam Dokter UNAIR TV (10/04/2023). (Sumber : YouTube UNAIR TV)

Dalam acara Dokter Edukasi Edisi Ramadan pada Senin (10/04/2023) itu, dr Novi menyebutkan bahwa tidak hanya gizi makanan yang harus dicukupi, namun juga cairan. 淛angan sampai karena tidak memperhatikan porsi cairan akhirnya berdampak pada dehidrasi, ungkapnya.

Selain itu, dr Novi juga menekankan bahwa manfaat puasa memang besar, namun juga harus bersamaan dengan kemampuan serta kondisi fisik yang baik. 淣iatnya bagus jika berpuasa. Namun harus melihat keterbatasan diri terlebih dulu. Jika lemas atau tanda-tanda tidak kuat, justru bisa berpotensi buruk bagi tubuh, sebutnya.

dr Novi menambahkan, baik berpuasa ataupun tidak, lansia dapat meningkatkan kualitas hidupnya melalui mobilitas fisik, serta hubungan sosial antar individu.

Selama bulan Ramadan, secara rutin mengadakan gelar wicara dengan tema puasa. Program tersebut untuk dapat memperdalam pengetahuan masyarakat seputar kesehatan dan puasa. (*)

Penulis : Stefanny Elly

Editor : Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT