UNAIR NEWS – Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa Kandangrejo melalui pemanfaatan teknologi digital telah berhasil dilaksanakan oleh mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 pada hari Jumat (16/1/2026) hingga Minggu (18/1/2026). Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam pemanfaatan platform e-commerce, seperti QRIS dan Google Maps. Ditinjau dari segi Sustainable Development Goals, program digitalisasi UMKM ini merupakan implementasi dari SDGs 8, yaitu Decent Work and Economic Growth.
Meningkatkan literasi digital pada UMKM
Penanggung jawab kegiatan, Huda Nur Fathoni, menyampaikan bahwa melalui program 淜andangrejo Go QRIS & E-UMKM: Digitalisasi UMKM Desa Berbasis Door-to-Door diharapkan pelaku UMKM mendapatkan fasilitas identifikasi usaha, informasi terkait inklusi keuangan digital, dan pendampingan teknis. 淏eberapa usaha di sekitar desa Kandangrejo belum terdaftar dalam Google Maps, sehingga lewat kegiatan ini kami ingin mempermudah baik pelanggan maupun pelaku usaha dalam menemukan lokasi warung dan melakukan transaksi, ujar Toni.
Program tersebut diawali dengan mendatangi langsung pelaku UMKM yang ada di kelurahan Kandangrejo untuk mendata dan menyesuaikan materi dengan tingkat kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Kemudian sebagai penutup sekaligus bentuk praktik dari penyuluhan, mahasiswa BBK 7 mendampingi pelaku usaha dalam pembuatan QRIS dan Google Maps. Terdapat sejumlah usaha sekitar area Kandangrejo yang bersedia menerima penyuluhan yang diberikan oleh mahasiswa BBK 7, diantaranya adalah Warung Lekno, Warung Bu Sulikah, Toko Madura Dua Saudara, Warung Njajan Mas Ridwan, Sahabat Tani, dan masih banyak lagi.
Menyederhanakan sekaligus mengoptimalisasi praktik usaha ekonomi desa
Pak Lekno, pemilik Warung Lekno, merasa terbantu dengan adanya program 淜andangrejo Go-QRIS dan E-UMKM. 淜adang kala ada anak muda yang hendak membeli di warung namun tidak membawa uang tunai. Dengan adanya program E-UMKM ini, usaha kami sangat terbantu dalam melakukan transaksi non-tunai, tutur Pak Lekno.
Sebagai bentuk evaluasi kegiatan, dilakukan post-test kepada pelaku UMKM menggunakan Google Form untuk mengukur tingkat pemahaman dan keberhasilan program. Post-test ini digunakan sebagai indikator keberhasilan kegiatan, khususnya dalam menilai peningkatan pengetahuan UMKM terkait penggunaan QRIS, pemanfaatan e-commerce, dan pemahaman terhadap fungsi Google Maps dalam mendukung aktivitas usaha.





