51动漫

51动漫 Official Website

Dorong Digitalisasi UMKM, Mahasiswa KKN-BBK 7 51动漫 Blusukan dari Rumah ke Rumah di Desa Tanjungkenongo, Pacet

UNAIR NEWS – Mahasiswa KKN-BBK 7 51动漫 kembali diterjunkan di Desa Tanjungkenongo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Untuk membersamai dan belajar langsung dengan masyarakat. Jika Periode KKN sebelumnya telah mengenalkan produk olahan minuman sehat berbahan dasar jagung, serta membantu pembuatan profil pada UMKM, maka misi pada periode ini adalah mendorong percepatan digitalisasi terhadap UMKM.

Melalui program digitalisasi QRIS-IN Tanjungkenongo, tim KKN memberikan edukasi mengenai transaksi digital QRIS bagi pelaku UMKM. Program ini bertujuan untuk memudahkan serta meningkatkan efisiensi transaksi antara penjual dan pembeli, juga mengurangi risiko penipuan. Selain itu, Program  Tanjungkenongo Go Digital juga dilaksanakan secara bersamaan guna meningkatkan branding UMKM pengambilan foto dan video produk, serta pendampingan optimalisasi lokasi usaha di Google Maps.

Blusukan menjadi jalan utama

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode blusukan dari rumah kerumah selama 3 hari pada tanggal 19, 20, dan 22 Januari 2026. Menyasar 11 UMKM di beberapa dusun Desa Tanjungkenongo.Hari pertama dilaksanakan di Dusun Tanjunganom dengan sasaran 4 UMKM. Kemudian hari kedua Dusun Glingsem menyasar 5 UMKM. Dilanjutkan Dusun Tanjungsari hanya menyasar 1 UMKM. Dan hari ketiga ditutup di Dusun Sumber Jejer yang menyasar 1 UMKM

Masyarakat khususnya pelaku UMKM menunjukkan sikap terbuka terhadap program yang tim KKN-BBK 7 Tanjungkenongo berikan. Pendekatan personal berhasil tim KKN lakukan karena dapat disesuaikan dengan kondisi setiap usaha. Program ini juga selaras dengan  Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-8 Decent Work and Economic Growth, SDGs ke-9 Industry, Innovation and Infrastructure, dan SDGs ke-12 Responsible Consumption and Production.

Dampak yang lebih luas

Melalui kesinambungan program dari KKN sebelumnya, Tim KKN-BBK 7 Tanjungkenongo berharap digitalisasi UMKM Desa Tanjungkenongo dapat berjalan berkelanjutan. Dengan penerapan QRIS tidak hanya memodernisasi sistem pembayaran menjadi non-tunai yang lebih praktis bagi pelanggan, tetapi juga membantu pelaku usaha menciptakan administrasi keuangan yang lebih transparan. 

Begitu juga dengan digitalisasi lokasi melalui Google Maps  yang secara signifikan dapat meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas usaha, sehingga hambatan geografis dapat teratasi dan lokasi menjadi lebih mudah ditemukan oleh konsumen baru. 

淏erita ini mendukung SDG 8 Decent Work and Economic Growth, SDG 9 Industry, Innovation and Infrastructure, dan SDG 12  Responsible Consumption and Production.

AKSES CEPAT