51动漫

51动漫 Official Website

Dorong Kepedulian Lingkungan, BBK 7 UNAIR Laksanakan Gerbang Biopori di Desa Mekanderejo

Foto penyampaian materi oleh narasumber pada kegiatan Gerbang Biopori di Balai Desa Mekanderejo (dok. Istimewa)
Foto penyampaian materi oleh narasumber pada kegiatan Gerbang Biopori di Balai Desa Mekanderejo (dok. Istimewa)

UNAIR NEWS – Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan air hujan dan sampah organik masih menjadi tantangan di wilayah pedesaan. Rendahnya daya resap tanah serta kebiasaan membuang sampah organik tanpa pengolahan kerap memicu genangan air dan penurunan kualitas lingkungan. Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa KKN-BBK 7 51动漫 (UNAIR) melaksanakan program lingkungan Gerbang Biopori (Gerakan Bangun Biopori) di Kantor Balai Desa Mekanderejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (17/1/2026) ini melibatkan masyarakat setempat dan diawali dengan sosialisasi konsep biopori, dilanjutkan praktik pemasangan biopori secara langsung di lingkungan desa.

Edukasi Biopori dan Sosialiasasi Lingkungan

Dalam sesi pemaparan materi, Juliartha Triasina Nainggolan selaku pemateri dan penanggung jawab kegiatan ini menjelaskan bahwa biopori merupakan lubang resapan air berbentuk silinder vertikal yang dibuat ke dalam tanah dan diisi dengan sampah organik, seperti daun kering dan sisa sayuran. Biopori berfungsi untuk meningkatkan daya serap air hujan sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos secara alami.

淪ecara ilmiah, biopori bekerja dengan memanfaatkan aktivitas organisme tanah seperti cacing dan mikroba. Aktivitas ini membentuk pori-pori alami di dalam tanah yang mempercepat infiltrasi air hujan serta membantu proses penguraian sampah organik, jelasnya.

Kegiatan sosialisasi disertai sesi tanya jawab interaktif bersama warga. Masyarakat secara aktif mengajukan pertanyaan seputar prinsip kerja biopori hingga cara perawatan biopori agar dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya ketertarikan warga terhadap solusi lingkungan yang sederhana dan mudah diterapkan.

Foto penyampaian materi oleh narasumber pada kegiatan Gerbang Biopori di Balai Desa Mekanderejo (dok. Istimewa)

Praktik Pemasangan Biopori dan Dukungan SDGs

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemasangan biopori secara langsung di pekarangan Kantor Balai Desa Mekanderejo. Warga bersama mahasiswa BBK 7 UNAIR melakukan pemasangan dua lubang biopori, terdiri atas satu biopori konvensional dan satu biopori berbahan galon air mineral bekas.

Foto praktik pemasangan biopori di halaman Kantor Balai Desa Mekanderejo bersama warga setempat (dok. Istimewa)

Galon bekas yang telah dilubangi sebelumnya dipasang secara vertikal ke dalam tanah hingga stabil dan sejajar dengan permukaan tanah, kemudian diisi dengan sampah organik. Inovasi ini menunjukkan bahwa biopori dapat diterapkan dengan memanfaatkan bahan sederhana dan ramah lingkungan.

淧emanfaatan barang bekas dalam pembuatan biopori menjadi keunggulan program ini karena mudah diterapkan oleh masyarakat dan tidak memerlukan biaya besar, tambahnya.

Pelaksanaan Gerbang Biopori sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya penanganan perubahan iklim (SDGs 13) dan perlindungan ekosistem daratan (SDGs 15).

淕erbang Biopori tidak hanya menjadi solusi teknis lingkungan, tetapi juga sarana edukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan desa, tegasnya.

Harapannya, Gerbang Biopori tidak hanya berhenti sebagai kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Mekanderejo.

Penulis : Juliartha Triasina Nainggolan

AKSES CEPAT