51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

TEBAS GUREM : Inovasi Pengendalian Parasit Unggas untuk Mewujudkan Peternakan Sehat dan Berkelanjutan

Mahasiswa BBK 7 51¶¯Âþ lewat kegiatan TEBAS GUREM menjelaskan cara membasmi hama dan parasit pada ternak unggas kepada para peternak

UNAIR NEWS“ Program Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN BBK) 6 51¶¯Âþ Desa Gembong, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan menghadirkan sebuah program kerja inovatif bertajuk TEBAS GUREM (Tebas Hama dan Parasit). Program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan kesehatan ternak dan kualitas lingkungan peternakan di Desa Gembong, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Fokus utama kegiatan ini adalah pengendalian hama dan parasit pada peternakan unggas, khususnya itik dan ayam petelur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).


Kegiatan TEBAS GUREM dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2025, dengan melibatkan dua dusun sebagai lokasi demonstrasi dan sosialisasi, yaitu Dusun Mberu dan Dusun Suruhan. Pemateri dalam kegiatan ini adalah mahasiswi KKN Desa Gembong dari Fakultas Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ yang telah memiliki pengalaman cukup dalam dunia perunggasan. Dengan latar belakang keilmuan tersebut, materi yang disampaikan bersifat aplikatif dan mudah dipahami oleh para peternak.

Kegiatan di Dusun Mberu diawali dengan pembukaan oleh Kepala Dusun Mberu, Mas Habib. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi mengenai penyakit zoonosis dan penyakit parasit yang sering menyerang unggas, yang dikenal memiliki tingkat penularan sangat cepat. Materi yang disampaikan antara lain mengenai Flu Burung (AI), Gumboro, Cacingan, Gurem, serta Vaksinasi rutin yang wajib pada ternak unggas. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan dan penggunaan desinfektan di kandang BUMDes, khususnya pada kandang itik. Sebagai tindak lanjut, para peternak diberikan desinfektan bubuk untuk digunakan secara mandiri. Peserta kegiatan di dusun ini berjumlah sekitar 10 orang, dengan latar belakang peternak skala besar hingga peternak rumahan.


Pada sore hari kegiatan berlanjut di Dusun Suruhan. Sosialisasi dan demonstrasi dilakukan di salah satu rumah warga dengan jumlah peserta sekitar 15 orang. Rata-rata peserta berusia 20“25 tahun dan merupakan motor penggerak peternakan ayam petelur di Desa Gembong. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung cukup lama. Kegiatan diakhiri dengan dokumentasi bersama sambil membawa produk desinfektan bubuk hasil program TEBAS GUREM.


Amelia, salah satu mahasiswi KKN BBK 7 Gembong-Babat sekaligus pemateri TEBAS GUREM dari Fakultas Kedokteran Hewan menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran program. “Saya bersyukur sekali program ini berjalan lancar. Warga yang datang pun antusias bertanya, bahkan rundown untuk penyuluhan sebagian besar dihabiskan untuk sesi sharing serta diskusi. Warga pun tak ragu untuk mengeluh tentang beberapa masalah dan tantangan mereka dalam beternak, apalagi di kalangan peternak pemula. Semoga dengan adanya program kerja ini serta demonstrasi, dapat meningkatkan kewaspadaan serta pengetahuan peternak akan pentingnya sanitasi dan penyakit mematikan di unggas,” ujarnya.


Melalui program ini, KKN BBK 6 51¶¯Âþ berupaya mendukung tercapainya SDGs 6 Clean Water and Sanitation dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang melalui penggunaan desinfektan yang tepat, serta SDGs 3 Good Health and Well-Bein dengan mencegah penyebaran penyakit zoonosis dan parasit pada unggas. Dengan demikian, TEBAS GUREM diharapkan mampu menciptakan sistem peternakan yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Gembong.

Penulis: Tim BBK Desa Gembong

AKSES CEPAT