UNAIR NEWS – Literasi finansial khususnya di kalangan generasi muda, masih kurang mendapat perhatian. Padahal, melek terhadap literasi finansial bermanfaat dalam mendatangkan keuntungan jangka panjang. Dalam seminar interaktif, Naik Kelas Sejak Muda: Investasi dan Emas Syariah di Era Bullion Bank, Rabu (4/3/2026), literasi finansial bagi generasi muda menjadi pembahasan utama.
淎danya Bullion Bank ini terinspirasi dari ketidakadaan lembaga yang melindungi aktivitas investasi emas. Padahal, Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara produsen emas terbesar di dunia, ujar Normasita, pengawas divisi pengawasan lembaga jasa keuangan 4 kantor OJK Provinsi Jawa Timur selaku pembicara.
Investasi melalui Bullion Bank
Normasita melanjutkan, Bullion Bank merupakan lembaga yang mengelola aktivitas investasi emas. Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diamanahi sebagai badan pengawas entitas tersebut.
淒engan konsumsi emas yang besar, pemerintah memutuskan untuk mengubah peraturan terkait dana ini. OJK akhirnya dipercayakan menjadi otoritas yang mengawasi aktivitas dana tersebut yang dimulai dari Kementerian Keuangan, ungkapnya.
Ia juga menambahkan, tidak semua entitas bank dapat menjadi Bullion Bank. Beberapa syarat penting seperti memiliki modal minimum turut memengaruhi.
淪elain modal, ada syarat lain yaitu sudah memiliki unit kerja yang mengelola kegiatan emas. Kemudian manajemen risiko lengkap, lalu tingkat manajemen atau tingkat kesehatan berbagai entitas juga harus dalam kondisi baik. Jadi, jika dia masih sehat, tidak akan mendapat 榲aksin dari OJK, imbuhnya.
Wejangan dari OJK
Sejalan dengan promosi aktivitas Billion Bank, OJK sebagai badan pengawas keuangan memberikan beberapa pesan sebagai bentuk antisipasi nasabah dalam memilih entitas bank yang terpercaya. Menurut Normasita, kewaspadaan dalam memilih entitas bank perlu untuk meminimalisir risiko.

淜ami dari OJK mendorong Anda untuk berinvestasi. Tapi pertama, kita harus memastikan bahwa perusahaan yang ingin Anda investasikan memiliki izin. Jika itu perusahaan swasta, maka wajib berizin OJK. Jangan lupa juga memeriksa keseimbangan legal dan fiskal sebelum berinvestasi, jelasnya di Ruang Sriwijaya Lantai 5, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B.
Ia juga mengingatkan kepada mahasiswa untuk rutin mengecek sistem informasi keuangan yang dimiliki. Sebab, dari pemeriksaan rutin akan nampak kualitas dan logika dari tiap produsen produk investasi.
Sebagai penyelenggara seminar interaktif tersebut, UNAIR berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap dapat memberikan wawasan literasi finansial secara lebih matang kepada mahasiswa. Oleh karena itu, kegiatan tersebut juga sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Penulis: Amelia Farah Putri Iswara
Editor: Yulia Rohmawati





