UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) melalui Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) menggelar pembukaan DRI Week 2026: When Research Meets Innovation pada Selasa (14/4/2026) di Aula Lantai 1, Kantor Manajemen Kampus MERR-C. Kegiatan tersebut menjadi langkah krusial dalam memperkuat ekosistem riset yang kolaboratif dan berorientasi pada hilirisasi inovasi.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development (RICD) Prof Muhammad Miftahussurur dr MKes SpPDKGEH PhD FINASIM menegaskan bahwa riset dan inovasi memiliki peran penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat. Ia menilai DRI Week sebagai ruang strategis untuk mengkonsolidasikan berbagai potensi sekaligus mendorong implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih luas.
Dorong Riset Implementatif
Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian di ruang akademik. Tetapi juga harus melibatkan akademisi, masyarakat, industri, dan pemerintah. Melalui pendekatan tersebut, universitas dapat menghadirkan dampak yang lebih luas dan nyata.
Ia menambahkan bahwa sinergi berbagai pihak menjadi kunci dalam mendorong lahirnya riset yang tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi mampu memberikan solusi implementatif bagi masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut harapannya dapat mempercepat proses hilirisasi inovasi.
淒RI Week menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus menghadirkan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem inovasi yang adaptif dan berbasis sains, ujarnya.
Sinergi Industri dalam Pengembangan Inovasi
Manajer Research and Development PT Etana Biotechnologies Indonesia, Apt Christian Karol Saputra SFarm MBiotek, memaparkan konsep Helix Synergy in End-to-End Drug Development. Ia menjelaskan bahwa pengembangan obat memerlukan proses panjang dan sumber daya besar. Sementara tuntutan hilirisasi mendorong inovasi untuk bergerak lebih cepat.

Ia menyoroti bahwa proses komersialisasi seringkali menjadi tantangan utama dalam pengembangan inovasi. Menurutnya, kompleksitas tersebut membutuhkan dukungan yang kuat dari berbagai pihak agar hasil riset dapat benar-benar sampai ke masyarakat.
淜olaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci dalam menjembatani proses riset hingga produk siap digunakan. Kemitraan yang terintegrasi akan mempercepat hilirisasi inovasi, pungkasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, kegiatan tersebut juga menghadirkan penyerahan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNAIR dan PT Etana Biotechnologies Indonesia. Kerja sama ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam mendorong riset yang lebih aplikatif serta mempercepat proses hilirisasi inovasi.
Penulis: Maia Chaerunnisa
Editor: Yulia Rohmawati





