n

51动漫

51动漫 Official Website

Dosen Didorong untuk Aktif Menulis di Media Massa

pelatihan kepenulisan
Dari kiri, Ibrahim Ali Fauzi, Sri Hartati Samhadi, dan Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM., dalam acara pelatihan penulisan opini di 51动漫.

UNAIR NEWS Gagasan maupun pendapat yang tertuang dalam tulisan di media massa, tampaknya, dapat memberikan pengaruh yang begitu luas bagi kehidupan. Karena itu, 51动漫 kembali mendorong para dosen untuk lebih aktif menulis di media massa. Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar pelatihan penulisan opini di Gedung Kahuripan 301 Kampus C pada Rabu (6/12).

Hadir dalam acara itu Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM. Dalam sambutannya, Prof. Djoko menyatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan upaya untuk mendorong para dosen agar mengambil peran dalam mengisi kolom-kolom di media massa.

漃okoknya, harus banyak dosen yang berani menulis di media massa, tegasnya.

Sebagai pemateri pertama, Sri Hartati Samhadi selaku redaktur opini Harian Kompas membuka materi dengan memperkenalkan sekilas tentang karakteristik opini di media tempatnya bekerja. Selain itu, menurut Sri, UNAIR merupakan salah satu kampus yang paling sering mengirimkan opini ke Harian Kompas dari wilayah Surabaya.

淭api, ya hanya orang-orang itu saja yang mengirim kepada kami. Karena itu, selepas kegiatan ini, saya berharap sebaran penulis bisa semakin banyak lagi, tuturnya.

Selanjutnya, Sri memberikan beberapa tips agar tulisan opini bisa diterima redaksi. Tips umum yang diberikan Sri, antara lain, opini di Harian Kompas selalu menyangkut isu nasional terkini.

漇ebab, kami koran nasional. Jadi, isu-isunya, ya, harus yang menyangkut kepentingan nasional. Boleh isu lokal, asal bisa mengandung pada hal-hal yang menasional, ucapnya.

Lebih penting dari itu, tambah Sri, penulis jangan hanya mengirim tulisan ke redaksi sekali atau dua kali, tapi harus berkali-kali. Sebab, jika demikian, tulisan sangat mungkin akan diterima redaksi. Selain itu, semakin sering penulis mengirimkan ke redaksi, secara tidak langsung hal itu akan menjadi wadah untuk mengasah kemampuan.

漃erbanyak jam terbang, itu intinya, tegas Sri.

Menjadi pemateri selanjutnya adalah Ibrahim Ali Fauzi. Redaktur Eksekutif GEOTIMES itu dalam paparannya mengajak peserta pelatihan melihat sisi lain dalam mengangkat isu-isu nasional. Bagi dia, menulis tidak sekadar untuk dibaca oleh banyak orang.

漃erihal isu-isu kekinian, esensi yang ditekankan adalah bukan untuk menarik pembaca saja. Lebih dari itu, yakni membuka wawasan khalayak yang lebih luas, katanya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria

AKSES CEPAT