51动漫

51动漫 Official Website

Dosen FKH UNAIR: Konservasi Komodo Diperlukan dengan Pembatasan Wisatawan

Ilustrasi Pulau Komodo. (Foto: kompas.com)

UNAIR NEWS Wacana diberlakukanya pembatasan wisatawan di Taman Nasional Komodo menjadi angin segar konservasi Komodo maupun beberapa pulau di sekitar taman nasional. Hal tersebut diungkapkan Dosen FKH Aditya Yudhana drh M Si ketika diwawancarai UNAIR NEWS perihal wacana kebijakan pembatasan wisatawan di Taman Nasional Komodo.

Aditya mengungkapkan bahwa penerapan kebijakan tersebut tidak serta merta diterapkan tanpa memerhatikan beberapa aspek di dalamnya meliputi aspek sosial ekonomi, konservasi, pariwisata, dan aspek lingkungan. Namun, Aditya yakin kebijakan tersebut diterapkan dalam rangka konservasi satwa liar Komodo.

淪ehingga sudah diperhitungkan dengan matang dan dampaknya secara utuh, tidak hanya di aspek konservasinya saja, tapi ada di aspek ekonomi, pariwisata, sosial dan lain sebagainya. Hal tersebut sudah dipertimbangkan. Dan, salah satunya dicoba dengan strategi seperti itu, ungkapnya.

Dosen FKH Aditya Yudhana drh M Si
Pengaruh pada Behavior Komodo

Perihal pengaruh pembukaan wisata maupun kunjungan wisata terhadap satwa liar Komodo, Aditya mengungkapkan ada pengaruh dengan adanya wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo. Namun, seberapa besar pengaruhnya, perlu adanya kajian lebih lanjut. Hasil penelitian sebelumnya manyebutkan bahwa satwa Komodo yang berinteraksi dengan wisatawan mengalami perubahan behavior yang cenderung tidak responsif.

淜arena, secara insting normalnya kalau benar-benar wild animal, itu masih benar-benar liar. Kalau ada kontak dengan manusia atau dengan hewan yang lain atau predatornya mestinya kan menghindar gitu ya, ucapnya.

Komodo Kurang Responsive terhadap Kontak Predator maupun Satwa Lain

Namun, untuk beberapa kejadian, komodo di beberapa tempat pengamatan satwa liar. Ternyata tidak ada respons untuk menghindar, bahkan cenderung lebih dekat, apabila dikaitkan bidang satwa liar dapat dilihat bahwa insting Komodo mulai menurun. Hal tersebut disebabkan kebiasaan Komodo yang terbiasa melihat manusia. Selain itu aspek lingkungan perlu diperhatikan. 

淚nstingnya itu sudah mulai ada penurunan karena sudah terbiasa melihat Manusia yang akhirnya tidak kaget lagi. Sehingga apabila ditanyakan apakah berpengaruh, ya ada pengaruhnya seperti perubahan behavior itu tadi, Tuturnya.

Penulis : Ananda Wildhan Wahyu Pratama

Editor: Feri Fenoria Rifai

AKSES CEPAT