UNAIR NEWS – Di tengah tantangan pencegahan penyakit menular, inovasi media pembelajaran berbasis permainan menjadi solusi kreatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. Menyadari hal tersebut, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat () 51动漫 (UNAIR) bersama mahasiswa dan alumni peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) bertajuk TB Hunter STBM: Langkah Kecil Menuju Tubuh Bebas TB.
Kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung pada (9/9/2025) hingga (11/9/2025). Dr Corie Indria Prasasti SKM MKes, selaku ketua pengmas menyebut bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara program Amerta Kasih dengan sejumlah dosen dari FKM UNAIR. 淜egiatan bermula dengan pemaparan mengenai pentingnya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai upaya pencegahan penyakit menular. Khususnya Tuberkulosis (TB). Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan permainan TB Hunter STBM, ungkapnya.
Sasaran Berbagai Usia
Sasaran kegiatan pengmas ini meliputi SDN 1 Sidoadi, Pondok Pesantren Al-Fitrah Kedinding, serta masyarakat Kelurahan Tambakrejo dan Simolawang. Tausyiah Rohmah Noviyanti SKM MKes selaku perwakilan tim PKIP menyebut edukasi tidak hanya sebatas memberikan penyuluhan akan tetapi juga bisa dengan memberikan permainan.

Ussy, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa permainan TB Hunter dibuat bersama tim PKIP dengan menyasar berbagai usia. 淧ermainan ini kami rancang sedemikian rupa dengan menggabungkan unsur edukasi dan permainan atau edutainment. Meskipun demikian, panitia tetap menyesuaikan tingkat kesulitan soal permainan dengan karakteristik peserta, ungkapnya.
Ussy mengungkapkan bahwa permainan Monopoli Ular Tangga STBM berlangsung menggunakan papan berukuran 3 脳 3 meter yang tercetak dalam banner besar. Ia menyebut, papan terdiri atas 49 kotak (7 脳 7 grid) dengan ukuran tiap kotak 40 脳 40 cm. 淧eserta berperan sebagai pion hidup yang bergerak mengikuti jalannya permainan. Dalam alurnya, peserta tidak hanya diminta melangkah maju. Tetapi juga menjawab pertanyaan, membedakan mitos dan fakta, serta mengenal lima pilar utama STBM, jelasnya.
Harapan ke Depan
Ussy menegaskan bahwa media pembelajaran berbasis permainan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga sarana efektif untuk mendorong perubahan perilaku kesehatan masyarakat. Ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran, mengubah kebiasaan, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan masyarakat yang lebih sehat bebas dari TB.
淪elain itu, kami juga berharap inovasi permainan edukatif seperti ini dapat direplikasi di wilayah lain. Sehingga manfaatnya bisa terasa lebih luas oleh masyarakat. STBM bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga perubahan perilaku yang konsisten. Melalui pendekatan kreatif seperti permainan ini, kami ingin pesan kesehatan lebih mudah dipahami dan diterapkan, pungkasnya.
Penulis: Hana Mufidatuz Zuhrah
Editor: Yulia Rohmawati





