UNAIR NEWS Tingkatkan kualitas produk kelautan, terutama kerang , Eka Saputra S.Pi., M.Si , Dr. Laksmi Sulmartiwi S.Pi., M.Pi., dan Kustiawan Tri Pursetyo, S.Pi., M.Vet., selaku dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) adakan sosialisasi teknologi modern untuk kurangi kandungan tidak baik pada kerang.
Acara bertajuk Pengabdian Masyarakat terkait Aplikasi Sanitasi Kerang dengan Metode Depurasi di Kawasan Kampung Nelayan Kerang Pantai Kenjeran Surabaya merupakan program kemitraan masyarakat yang didanai Kemenristekdikti yang direalisasikan oleh ketiga dosen tersebut di Tempat Pengolahan Ikan (TPI), Kenjeran pada senin lalu (04/08).
Kenjeran dipilih tidak tanpa alasan. Sudah diketahui Perairan Kenjeran yang dekat kota dan industri Surabaya, kondisi air terpapar limbah sisa produksi sehingga dimungkinkan adanya kontaminasi logam berat dan zat lainnya terserap oleh hewan filter feeder (pemakan partikel dan materi organik), salah satunya kerang. Pasalnya metode depurasi yang dijelaskan pada kegiatan itu dapat membuat kandungan beberapa kandungan zat berbahaya pada kerang berkurang.
Dengan Alat depurasi ini beberapa kandungan berbahaya dalam kerang akan berkurang seperti logam berat ataupun Pb (besi). Cukup dengan mengganti jenis filter yang dipakai khusus pengurangan zat tertentu, ungkap Laksmi sebagai ketua acara tersebut.
Laksmi menambahkan, metode depurasi ini secara mudah dapat diartikan dengan mendiamkan kerang pada air laut mengalir yang dibersihkan dengan filter dan sinar UV sehingga kerang akan membersihkan diri sendiri. Dalam acara yang diikuti oleh 20 warga pengolah kerang kenjeran berlangsung lancar dan sesuai harapan. Seluruhnya tertarik dengan alat depurasi yang dikenalkan. Salah satu warga, Ahmad Selamet, mengaku bahwa teknologi ini ternyata mudah pengaplikasiannya.
Meskipun orang awam yang tidak terlalu paham dengan ini, ternyata alat ini cukup mudah untuk dipakai buat kami para pengolah kerang, tutur Ahmad.
Tak sampai pada satu acara sosialisasi saja, kegiatan dilakukan secara bertahap dalam pengabdian masyarakat di Kenjeran. Setelah persiapan dan sosialisasi, tim dosen dibantu oleh mahasiswanya akan melakukan pendampingan penggunaan alat depurasi yang telah dihibahkan agar termanfaatkan secara maksimal.
Ya, kami akan melakukan pendampingan penggunaan alat agar dapat maksimal digunakan setelah penempatan yang dilakukan dari penerima, jelas Laksmi.
Harapannya setelah dapat menggunakan alat secara maksimal dari sisi ekonomi akan terbantu melalui meningkatnya kualitas kerang yang dihasilkan dan dapat mengurangi stigma negatif pada makanan laut.
Penulis: Hilmi Putra Pradana
Editor: Nuri Hermawan





