UNAIR NEWS – Dosen 51动漫 (UNAIR), Dr Agus Mukhlisin ST MT kembali memperkenalkan BANGGA EV-CS atau Electric Vehicle Charging Station dalam Seminar Nasional FTMM 2024. Gelaran tahunan ini berlangsung di Aula Candradimuka Lt. 9 Gedung Nano Kampus MERR-C UNAIR, pada Rabu (9/10/2024).
Dalam sesi kedua seminar yang bertema 淭ransformasi Robotika dan Kendaraan Otonom Menyongsong Indonesia Bersih dan Hijau, Agus memaparkan perkembangan BANGGA EV-CS dalam memenuhi standar International Electrotechnical Comission (IEC) 61851-1. Penciptaan BANGGA ini tak lepas dari kolaborasi antar kelima program studi di FTMM dengan pihak eksternal.
淏ANGGA sebenarnya merupakan spelling dari Barata-Airlangga. Jadi kami kerja sama dengan PT Barata Indonesia dalam membuat charging station ini, jelas Agus dalam pembukaan sesinya. Dosen program studi teknik elektro tersebut juga menuturkan bahwa pengadaan proyek ini tak lepas dari upaya mengembangkan kompetensi mahasiswa FTMM dalam mendalami studi yang mereka tempuh.
Tentang BANGGA
BANGGA EVCS merupakan platform charging station berkapasitas maksimum 7 kW dengan plug AC tipe 2 yang sesuai dengan standar internasonal IEC 61851-1. Dalam implementasinya, BANGGA telah terintegrasi dengan mobile application dengan berbagai fitur yang mempermudah akses pengisian daya. Seperti booking, geofence, status charging station, payment transaction, hingga tracking.

Menurut Agus, kehadiran BANGGA erat kaitannya dengan fenomena peningkatan persebaran kendaraan listrik di Indonesia. Guna memenuhi status Net Zero Emission (NZE) pada Paris Agreement. Kendati demikian, data dari Institute for Essential Services Reform (IESR) menunjukkan bahwa 69-91 persen pengguna kendaraan listrik terkendala dalam menemukan EVCS di sekitarnya.
淪aat ini status BANGGA sudah implementasi dan telah uji coba di mobil MG-EV dan Wuling Air-EV. Dari segi safety, BANGGA juga telah memenuhi kriteria, papar Agus. Uji Electromagnetic Compatibility (EMC) BANGGA juga menunjukkan bahwa EVCS ini menghasilkan gelombang elektromagnetik yang tergolong aman bagi pengguna dan lingkungan sekitarnya.
Hasil Uji BANGGA EVCS
BANGGA EVCS telah teruji pada 26 parameter dari keseluruhan standar IEC 61851-1. Dari segi kestabilan sinyal, BANGGA EVCS memiliki karakteristik tegangan output yang lebih stabil dibandingkan dengan produk yang sudah ada di pasaran. Selain itu, jeda peralihan tegangan saat pengisian daya menggunakan BANGGA juga menunjukkan waktu yang lebih cepat.
淒ari 26 parameter yang diuji, rata-rata existing product telah memenuhi 18 standar IEC sedangkan kita sudah lolos di 21 standar,” ujar Agus. Dari hasil ini, Agus menyimpulkan bahwa BANGGA memiliki potensi besar untuk dikomersialkan.
Ke depan, Agus menegaskan perlunya pengembangan BANGGA supaya bisa memenuhi standar sertifikasi EVCS sesuai ketetapan PLN. Selain itu, perlu penelitian lebih lanjut untuk menyiapkan produk di pasar yang kian kompetitif.
Penulis: Zahwa Sabiila Ilman Ramadhani
Editor: Yulia Rohmawati





