51动漫

51动漫 Official Website

Dosen Kedokteran FIKKIA Soroti Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Saat Ujian

Ilustrasi Mahasiswa stress saat belajar ( sumber : Adian Husaini)
Ilustrasi Mahasiswa stress saat belajar ( sumber : Adian Husaini)

UNAIR NEWS Ujian akhir kerap menjadi momen menegangkan bagi banyak mahasiswa. Tak sedikit yang mengalami tekanan mental hingga gangguan psikologis tertentu menjelang hari pelaksanaan. DosenKedokteran Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) 51动漫 (UNAIR), dr Damba Bestari SpKJ menekankan bahwa stres menjelang ujian adalah hal wajar, namun dapat berkembang menjadi masalah serius jika tidak dikelola dengan baik.

淭ubuh kita memang dirancang untuk merespons stres lewat mekanisme fight or flight yang melibatkan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Dalam porsi yang cukup, ini akan meningkatkan fokus dan performa. Tapi kalau berlebihan, justru dapat mengganggu fungsi mental dan fisik, jelasnya.

Berdasarkan hasil studi terbaru dari jurnal Exam Season Stress and Student Mental Health (George, 2024), gejala yang paling sering muncul saat menjelang ujian meliputi gangguan kecemasan, perubahan mood, bahkan kecenderungan melukai diri sendiri (NSSI) dan percobaan bunuh diri. Tekanan yang terus-menerus tanpa penanganan yang tepat dapat berujung pada krisis kesehatan mental.

Dr Damba mengingatkan bahwa tanda-tanda gangguan yang mengarah pada perilaku membahayakan diri harus menjadi sinyal serius untuk segera mencari bantuan. Menurutnya, stres akademik memang bersifat multifaktor, tetapi ujian akhir bisa menjadi pemicu utama ketika beban akademik, tekanan dari lingkungan, dan kondisi pribadi bertemu pada satu titik yang krusial.

Ia juga menyoroti kebiasaan tidak sehat yang kerap dilakukan mahasiswa sebagai respons terhadap tekanan ujian, seperti begadang dan konsumsi kafein berlebihan. 淜opi dan begadang bukan solusi jangka panjang. Tidur cukup adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa digantikan. Jika pola tidur terganggu, maka kemampuan berpikir dan regulasi emosi pun ikut terganggu, ungkapnya.

DosenKedokteran Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) 51动漫 (UNAIR), dr Damba Bestari SpKJ. (Foto: sp.yesdok.com)

Menurutnya, strategi paling efektif dalam menghadapi masa ujian bukan hanya soal membaca materi, melainkan juga menjaga kebutuhan dasar, mencicil materi sejak awal, beristirahat sejenak secara berkala (microbreak), hingga menjalin hubungan yang suportif dengan sesama mahasiswa. Tidak kalah penting, lanjut dr Damba, adalah kekuatan spiritual dan dukungan dari orang terdekat.

淧erfeksionisme dan rasa takut gagal sering kali menjadi beban utama. Mulailah membiasakan diri untuk berkata bahwa good enough is good. Fokuslah pada proses belajar, bukan hanya hasil akhir. Bila sudah sangat terbebani, jangan ragu mencari bantuan profesional, pesannya.

Di tengah tekanan akademik, mahasiswa perlu diingatkan bahwa menjaga kesehatan mental adalah bagian dari kesuksesan. Ujian bukan akhir dari segalanya, dan proses yang dijalani dengan sehat jauh lebih bernilai daripada hasil yang diperoleh dengan beban yang tak tertahankan.

Penulis : Dheva Yudistira Maulana

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT