UNAIR NEWS – Tepat tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day. Dalam momentum itu, Fakultas Keperawatan (FKp) 51动漫 (UNAIR) bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur dan Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Jawa Timur menggelar acara bertajuk Penyalaan dan Parade 1000 Lilin.
Tema yang dicanangkan yaitu Promosi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri. Acara digelar di depan tugu Airlangga Danau Kampus C UNAIR. Penyalaan dan parade 1000 lilin dibuka langsung oleh Wakil Dekan III FKp Dr. Ahmad Yusuf, S.Kp., M.Kes. atau yang akrab disapa Yusuf.
Dalam kesempatan itu, Yusuf menjelaskan bahwa saat ini penanganan gangguan jiwa masih ada hambatan. Menurutnya, masalah gangguan jiwa bukan hanya masalah pasien, tetapi juga masalah teman-teman pasien.
淎lasan pasien kembali ke Rumah Sakit Jiwa adalah mereka tidak bisa mengembangkan ketrampilan yang didapat di RSJ karena keluarga masih belum menerimanya, tutur Dr. Yusuf.
Tujuan penanganan pasien gangguan kesehatan jiwa adalah untuk membantu pasien agar bisa beraktivitas di masyarakat dan hidup produktif seperti manusia normal pada umumnya. 淜ita mencoba memanusiakan pasien, memperlakukan pasien seperti manusia biasa agar bisa menjadi produktif, ujarnya.
Setelah pembukaan dari Dr. Yusuf, dilanjut penyampaian testimoni yang disampaikan oleh mantan pasien yang pernah mengidap penyakit Skizofrenia berinisial RZ. RZ menjelaskan gejala-gejala yang dia pernah alami, yaitu kesusahan untuk berbicara, kurangnya percaya diri, dan berhalusinasi.
淪aya sering tidak percaya diri karena saya kira orang-orang di sekitar mempermalukan saya. Namun nyatanya tidak, ujar RZ.
Dalam testimoni itu, RZ menceritakan bagaimana kehidupannya ketika keluar dari RSJ Menur di tahun 2006. RZ sempat cuti kuliah pada semester empat di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) jurusan Ilmu Komunikasi untuk mengambil kursus komputer. Selama cuti, ia belajar aplikasi Microsoft Word, Excel, dan Publisher.
Di tengah-tengah testinomi, Dr. Yusuf sesekali melontarkan pertanyaan-pertanyaan terkait aktivitas yang dilakukan oleh RZ. Saat ini, RZ mengungkapkan bahwa ia memiliki pekerjaan di bidang admin dan pergudangan. Lingkungan tempat dia bekerja pun menerima baik RZ.
淭erkadang teman-teman bercanda dengan saya, tapi saya tidak menganggap candaan tersebut sebagai bully, pungkasnya.
Setelah testimoni, acara dilanjutkan dengan berdoa dengan harapan penanganan kesehatan jiwa diantara lilin-lilin yang menyala di tengah-tengah gelapnya malam.
Sebagai penutup, pengunjung yang hadir menyanyikan lagu yang dibawakan grup band D橫asiv Jangan Menyerah. Selanjutnya, peserta menyanyikan lagu wajib nasional Bagimu Negeri dan diiringi puisi yang dibawakan oleh sivitas FKp.
淢asalah tidak akan pernah hilang, kalau kalian tidak pernah bilang, tutup Dr. Yusuf. (*)
Penulis : R. Dimar Herfano A.
Editor : Binti Q Masruroh





