51动漫

51动漫 Official Website

Dosen Psikologi UNAIR Berikan Kiat Bangun Konsep Diri yang Positif

Atika Dian Ariana SPsi MSc, dosen Departemen Psikologi UNAIR, pada webinar bertajuk 淲e Are Resilience Generation, Minggu (9/10/2022).

UNAIR NEWS – Konsep diri (self-concept) merupakan suatu hal yang menentukan bagaimana kita memandang diri. Konsep ini terdiri dari tiga komponen yakni self-image (bagaimana kita memandang diri sendiri, self-esteem (seberapa berharganya kita), dan ideal self (seperti apa kita seharusnya).

淜onsep diri itu berkembang sepanjang waktu mulai pada usia bayi dan mengalami perkembangan puncak pada usia remaja. Ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor fisiologis, psikologis, perkembangan, dan budaya, tutur Atika Dian Ariana SPsi MSc pada gelaran webinar bertajuk We Are Resilience Generation, Minggu (9/10/2022).

Konsep diri, lanjut Atika, memiliki dua komponen yakni konsep diri positif dan konsep diri negatif. Konsep diri yang positif inilah yang harus dipahami dan dikembangkan dalam diri kita masing-masing.

淒engan paham mengenai diri sendiri, kita akan mengetahui potensi diri, membantu mengarahkan mencapai tujuan hidup, dan mampu mengelola sikap kita, tegas dosen Departemen Psikologi 51动漫 itu. Selain itu, dengan memahami diri sendiri, kita akan dapat terbantu untuk keluar dari zona nyaman dan mengoptimalkan kinerja fisik.

Pada webinar kolaborasi antara Airlangga Safe Space (ASAP) dan Departemen Pengabdian Masyarakat BEM KM FPsi UNAIR itu, Atika membagikan beberapa kiat dalam mengembangkan konsep diri yang positif. Berikut adalah kiat-kiatnya.

Mengenali dan Menerima Diri Sendiri

Tahap pertama dalam membangun konsep diri yang positif adalah memahami diri kita masing-masing. Hal ini juga mencakup kekuatan atau kelemahan yang ada dalam diri kita.

淏agaimana kita bisa menerima diri kalau kita tidak paham diri kita. Termasuk di dalamnya kekuatan dan kelemahan atau area pengembangan yang masih kita miliki, ujar Atika.

Menetapkan Tujuan yang Realistis

Setelah mengenal diri dan potensi yang kita miliki, langkah selanjutnya adalah menetapkan tujuan yang sekiranya dapat kita realisasikan. 淪emakin realitis dan operasional tujuan kita, maka kita memiliki probabilitas untuk mencapainya. Coba bikin resolusi yang realistis dan operasional, saran Atika.

Mengapresiasi Kemajuan dalam Diri

淪etelah punya tujuan, Anda kan, pasti bikin tuh, daftar kegiatan apa yang kemudian perlu dilakukan untuk mencapai tujuan. Setiap kali berhasil melakukan to do list-nya, beri apresiasi pada diri sendiri, ungkap Atika.

Menurutnya, memberi apresiasi pada diri sendiri tidak harus dengan sesuatu yang mahal. 淎presiasi itu bisa kita dengan melakukan hobi, memberi waktu jeda untuk diri sendiri, atau kita melakukan sesuatu yang kita sukai, terang Atika.

Memperbaiki Kesalahan

淜alau kita merasa ada hal-hal yang kurang dan masih salah itu kemudian yang diperbaiki, tutur Atika. Memperbaiki kesalahan ini tentu bukan hal yang mudah bagi semua orang. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk menanamkan keyakinan bahwa kesalahan yang kita lakukan adalah hal yang wajar terjadi.

Menciptakan Lingkungan yang Mendukung

Poin ini membutuhkan sikap proaktif dari diri kita masing-masing. 淢ungkin Anda perlu mengatakan tidak pada beberapa situasi sosial yang terjadi. Mungkin Anda perlu memblokir beberapa orang dan itu tidak apa-apa untuk kesehatan mental kita, pungkas Atika. (*)

Penulis: Agnes Ikandani

Editor: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT