UNAIR NEWS – Kandungan etilen glikol pada obat sirup diduga menjadi penyebab gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal pada anak. Hingga saat ini, kementerian kesehatan menemukan lima obat sirup yang mengandung etilen glikol.
Sho檌m Hidayat, dr MKKK Dosen Toksikologi Fakultas Kesehatan Masyarakat, 51动漫 mengungkapkan bahwa etilen glikol berbahaya jika masuk ke dalam tubuh. Tubuh akan mengalami berbagai gangguan kesehatan mulai dari gangguan jantung, ginjal hingga kematian.
Secara teoritis, sambung Shoim toksisitas (tingkat merusak) etilen glikol dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama berkisar antara tiga puluh menit hingga dua belas jam akan mengakibatkan gangguan pada sistem saraf pusat. Sho檌m juga menuturkan bahwa mengkonsumsi etilen glikol dalam jumlah besar dapat mengakibatkan kejang-kejang hingga kematian.
淕ejalanya seperti orang keracunan alkohol, sempoyongan dan ngomong tidak jelas, tuturnya pada Senin (25/10/2022).
Tahap toksisitas kedua terjadi antara dua belas jam sampai dua puluh empat jam. Pada tahap tersebut zat etilen glikol akan menyerang organ jantung dan paru-paru. 淧ada jantung dapat mengakibatkan gangguan irama detak jantung hingga kematian karena gagal jantung, papar Sho檌m.

Sementara itu tahap ketiga terjadi pada dua puluh empat jam sampai tujuh puluh dua jam setelah mengkonsumsi zat etilen glikol. Pada tahap tersebut akan mengenai organ ginjal hingga menyebabkan gagal ginjal.
淕angguan fungsi ginjal ditandai dengan turunnya produksi urin atau biasa dikenal dengan oliguria, terangnya.
Dalam keadaan normal, tiga hingga empat jam anak-anak akan mengeluarkan urin. 淗ati-hati ketika selama enam jam anak-anak tidak pipis apalagi telah minum obat sirup, itu patut dicurigai, tegas Sho檌m.
Adanya senyawa asam oksalat dan asam glikolat sebagai hasil metabolit etilen glikol, menjadi penyebab zat tersebut beracun. 淎sam oksalat dan asam glikolat merusak ginjal. Saat gagal ginjal akut, sangat mungkin pada penderita itu akan ditemukan kristal-kristal dari garam oksalat dalam hal ini kalsium oksalat. Hal itu menunjang diagnosis penyebab gagal ginjalnya dari etilen glikol, pungkasnya.
Penulis: Indah Afsari
Editor: Nuri Hermawan





