51动漫

51动漫 Official Website

Dosen UNAIR Paparkan Inovasi Pot Ramah Lingkungan Pengganti Polybag

Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS 揜umput laut tentunya sudah tidak asing lagi di dunia industri pangan dan farmasi. Tentu saja tidak seluruh bagian rumput laut digunakan dalam proses produksi. Sehinggamenyisakan limbah bagi lingkungan.

Melihat hal tersebut, Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) 51动漫 (UNAIR)berinovasi membuat pot ramah lingkungan dari bahan limbah rumput laut.Prof., Ir. Moch Amin Alamsjah M.Si., Pd.D., melalui penelitiannya mengungkapkan bahwa limbah padat dari jenis rumput lautGracilariasp. dan听Eucheuma cottonii听dapat digunakan sebagai pot berbasis MDF dengan struktur yang kompak untuk tanaman cabai.

Berdasarkan beberapa studi, Gracilaria听sp. dan听Eucheuma cottonii听memang dikenal sebagai spesies rumput laut merah yang memiliki banyak manfaat. 淜eduanya mempunyai nilai guna paling besar jika dibandingkan dengan 500 spesies rumput laut yang tumbuh di Indonesia lainnya, ungkap Prof. Amin.

Gracilariasp.telah banyak dibudidayakan dan menjadi sumber serat larut air terbesar, yakni agar-agar (agarose dan agaropektin) atau yang dikenal masyarakat dengan nama agar-agar. Sedangkan听Eucheuma cottonii听menjadi sumber terbesar untuk karaginan. 淎gar dan karaginan ini adalah senyawa karbohidrat yang dapat mengikat air dan dapat membentuk gel (gellingagent), sehingga kedua senyawa ini disebut sebagai hidrokoloid, katanya.

Dalam proses produksi, lanjut dia, rumput laut akan ditekan untuk diambil ekstraknya. Sehingga menghasilkan limbah padat berupa ampas.

Prof. Amin mengatakan, pot dari limbah rumput laut tersebut memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan polybag. Salah satunya adalah mengurangi penggunaan air pada proses penanaman cabai.淎danya sisa-sisa hidrokoloid pada limbah rumput laut membuat pot ini dapat menyimpan cadangan air untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman. Sehingga air tidak dapat cepat menguap karena diikat oleh pot yang digunakan, paparnya.

Pada akhir, dia menjelaskan bahwa pot berbahan dasar limbah rumput laut sangat menguntungkan pada penerapan pertanian dengan konsep ramah lingkungan.淧ot berbahan dasar limbah rumput laut ini diperkirakan dapat melakukan substitusi penggunaan kantong plastik terkait dengan isu lingkungan yang berkelanjutan, ucapnya. (*)

Penulis : Erika Eight Novanty

Editor : Nuri Hermawan

Reference : H. Kurnia, R R Rifadi, Agustono, M N G Amin, S A Sudjarwo dan M A Alamsjah. 2019. The potential of seaweed waste (gracilaria sp. and eucheuma cottonii) as a medium density fiberboard (mdf)-based pot material for better water use efficiency in tomato plants. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Volume 236, conference 1.  

Link :

AKSES CEPAT