51动漫

51动漫 Official Website

Dosen UNAIR Tanggapi Hak Asasi Kemanusiaan Palestina oleh Indonesia

Perlawanan Gaza di Palestina dalam Mempertahankan Wilayah (foto: dok istimewa)
Perlawanan Gaza di Palestina dalam Mempertahankan Wilayah (foto: dok istimewa)

UNAIR NEWS – Memburuknya kembali kondisi masyarakat Palestina di Gaza kembali mencuat respon dan dukungan Indonesia. Respons ini menjadi perhatian publik dan pemerintah Indonesia, termasuk potensi bantuan kemanusiaan maupun kebijakan luar negeri lainnya. Dosen Ilmu Hukum (FH) 51动漫 (UNAIR), Haidar Adam SH LL M menilai bahwa isu ini tidak bisa lepas dari dimensi hak asasi manusia, politik, dan ekonomi global.

Solidaritas Kemanusiaan 

Pak Haidar mengungkapkan dari sisi hak asasi kemanusiaan, tentunya ini saling terhubung dengan berbagai permasalahan diplomasi internasional, politik, dan masalah ekonomi. 淵ang melatarbelakangi bisa karena pemerintah dan masyarakat Indonesia mayoritas memiliki keyakinan Islam dan mereka memandang bahwa saudara mereka mengalami penindasan dari kelompok yang lain, sehingga mereka merasa terpanggil untuk melakukan pembelaan, terang Haidar.

Dosen Ilmu Hukum Fakultas Hukum (FH) 51动漫 (UNAIR), Haidar Adam S H LL (foto: dok istimewa)

Ia juga menjelaskan bahwa keputusan menerima pengungsi Palestina juga adalah alasan kemanusiaan universal. Dalam hal ini, pemerintah berpendapat bahwa tindakan itu sangat melukai kemartabatan dan pemerintah Indonesia merasa terpanggil. 淪ehingga menawarkan bantuan dengan bahwa penduduk Palestina mendapatkan kehidupan yang layak, lanjutnya.

淜etiga hal ini dapat dikaitkan dengan peristiwa guncangan ekonomi global yang terjadi terutama terkait perang tarif.. Artinya hal ini merupakan alat kontrol ekonomi terkait perekonomian nasional, ujarnya.

Perlunya Kewaspadaan 

Kendari demikian, Haidar mengingatkan bahwa harus hati-hati dalam penanganan isu pengungsi. Hal itu karena bisa menimbulkan efek lanjutan yang tidak menyelesaikan masalah utama.

淢ungkin ini bisa dijadikan projek dan jika konteks itu berhasil bisa jadi muncul pengungsian yang lain. Jangan sampai kemudian tanah itu tidak bertuan dan justru tidak menyelesaikan masalah secara fundamental, turur Haidar.

Dalam perspektif hak kemanusiaan, Haidar juga menegaskan bahwa dalam melihat kondisi di Israel tidak dapat secara tunggal. 淧enting bagi siapapun kalau dalam kondisi yang tertindas, maka manusia atau penyelenggara yang lain memiliki tindakan untuk menghentikan penindasan itu, disana tidak hanya orang islam karena situasi politik yang melibatkan banyak pihak, tutupnya.

Penulis : Adinda Octavia Setiowati

Editor : Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT