51动漫

51动漫 Official Website

Dr Ramliyanto Ungkap Pendekatan 5D untuk Dorong Inovasi Birokrasi di Jawa Timur

Potret Sesi Penyampaian Materi Dr Ramliyanto S P M P (tengah), dan ditemani dosen Administrasi Publik Sulikah Asmorowati S Sos M DevSt Ph D (kiri), serta moderator M. Dzulfikar Al Ghoifiqi S AP M KP (kanan). (Foto: Istimewa)
Potret Sesi Penyampaian Materi Dr Ramliyanto S P M P (tengah), dan ditemani dosen Administrasi Publik Sulikah Asmorowati S Sos M DevSt Ph D (kiri), serta moderator M. Dzulfikar Al Ghoifiqi S AP M KP (kanan). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS menggelar kuliah tamu bertajuk Reformasi Birokrasi dan Pengembangan Inovasi Pelayanan Publik: Best Practices di Jawa Timur. Kegiatan itu berlangsung pada Kamis (30/10/2025) di Aula Soetandyo FISIP, Kampus B UNAIR.

Kegiatan ini menghadirkan Dr Ramliyanto S P M P, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, sebagai pembicara utama. Hadir pula Prof Sulikah Asmorowati S Sos M DevSt Ph D, sebagai dosen pengampu kuliah, serta M Dzulfikar Al Ghoifiqi S AP M KP selaku moderator.

Kuliah tamu ini menjadi ruang interaktif antara akademisi dan praktisi untuk mengupas praktik nyata reformasi birokrasi di Jawa Timur sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap dinamika tata kelola pemerintahan modern.

Dalam paparannya, Dr Ramliyanto menyoroti terjadinya shifting paradigm dalam pelaksanaan reformasi birokrasi Indonesia. Menurutnya, transformasi administrasi publik kini bergerak menuju model pemerintahan yang adaptif, transparan, dan berbasis teknologi.

淧raktik reformasi birokrasi di lapangan seringkali berbeda dengan teori yang diajarkan di ruang akademik. Karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana kebijakan publik diterapkan dalam konteks nyata, ujarnya.

Ia juga mencontohkan integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam tata kelola pemerintahan, seperti figur 淒iella, menteri AI pertama di dunia yang dilantik di Albania. 淒iella menunjukkan bagaimana AI dapat mendorong transparansi dan akuntabilitas publik, menuju birokrasi yang lebih efisien dan bebas korupsi, jelasnya.

Lebih lanjut, Dr Ramliyanto menjelaskan bahwa agenda reformasi birokrasi di Indonesia terbagi menjadi dua arah besar: agenda general dan agenda tematik.

Agenda general mencakup lima sasaran utama. Antara lain, terwujudnya pemerintah digital menuju human-based governance, peningkatan kompetensi ASN berbasis sistem merit, perilaku birokrasi yang inovatif dan beretika, kapabilitas kelembagaan yang lincah, serta kebijakan publik yang berkualitas dan inklusif.

Sementara itu, agenda tematik meliputi enam isu strategis. Seperti, pengentasan kemiskinan, peningkatan investasi, hilirisasi industri, layanan kesehatan dan pendidikan, ketahanan pangan, serta kualitas pelayanan publik.

Selain itu, Dr. Ramliyanto memperkenalkan metode pengembangan inovasi di instansi pemerintah Jawa Timur melalui pendekatan 5D. Yakni, Drum Up, Diagnose, Design, Deliver, dan Display/Documentation.

淧endekatan 5D bukan hanya soal menemukan ide, tapi memastikan inovasi benar-benar diterapkan dan bisa direplikasi oleh instansi lain. Setiap inovasi harus terukur, berdampak, dan berkelanjutan, tegasnya.

Kuliah tamu ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk menjembatani teori akademik dengan praktik lapangan. Prof Sulikah Asmorowati menegaskan bahwa kolaborasi semacam ini memperkuat relevansi pembelajaran di kampus dengan kebutuhan nyata birokrasi publik.

淢ahasiswa perlu memahami bahwa reformasi birokrasi bukan sekadar slogan, tetapi sebuah proses transformasi yang menuntut kolaborasi lintas sektor dan disiplin, ujarnya menutup kegiatan.

Penulis: Nafiesa Zahra
Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT